RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Jumat, 14 November 2025 - 13:37 WIB

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Mendorong Harga Emas Menguat

Redaksi - Penulis Berita

Harga emas (XAU/USD) kembali menjadi pusat perhatian pasar global seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) yang kini semakin “terdiskon” dalam harga. Pergerakan emas pekan ini hingga minggu depan berpotensi memasuki fase volatilitas yang lebih tinggi, dengan fokus utama pada nada pernyataan Fed dalam pertemuan mendatang.

Harga emas saat ini masih berada dalam jalur kenaikan yang cukup kuat. Permintaan yang solid dari bank sentral global serta pembelian oleh investor institusi menunjukkan bahwa apresiasi harga emas bukan sekadar hasil spekulasi jangka pendek, melainkan didukung oleh fundamental yang kokoh. 

Dari perspektif teknikal, analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, kombinasi pergerakan candlestick hingga sinyal dari indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish di XAU/USD masih dominan. Struktur harga memperlihatkan serangkaian higher highs dan higher lows yang menjadi tanda penguatan tren jangka menengah. Namun, Nugraha memperingatkan bahwa pasar perlu tetap memperhatikan level-level kunci yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika tekanan bullish berlanjut, XAU/USD diperkirakan berpotensi naik hingga ke area $4.381 pada minggu depan, sebuah target yang mencerminkan kelanjutan tren kenaikan dalam struktur harga.

Namun, skenario alternatif perlu diwaspadai: jika harga emas mengalami reversal dan menembus key point $3.867, maka ada potensi penurunan lebih dalam menuju $3.718. Level ini menjadi batas bawah penting yang dapat memicu perubahan sentimen dari bullish menjadi netral atau bahkan bearish dalam jangka pendek.

Faktor utama pendorong reli adalah ekspektasi pasar mengenai pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember. Namun, menariknya, ekspektasi ini disebut sudah sangat diperhitungkan dan diantisipasi pasar, sehingga respon emas terhadap keputusan tersebut bergantung pada nada kebijakan Fed selanjutnya.

Apabila Fed mempertahankan sikap hati-hati misalnya dengan mengisyaratkan cut and pause, emas justru bisa mengalami koreksi jangka pendek. Hal ini terjadi karena pasar yang sudah sangat agresif dalam memproyeksikan pemangkasan suku bunga dapat mengevaluasi ulang posisi mereka apabila Fed memberikan sinyal bahwa jalur pelonggaran tidak akan berlangsung secepat harapan. Sebaliknya, jika Fed membuka peluang pelonggaran lanjutan di awal 2025, momentum bullish emas berpotensi berlanjut lebih kuat.

Sentimen pendukung lainnya datang dari pelemahan Dolar AS dan stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Ketika Dolar melemah, biaya peluang memegang emas menurun, sehingga logam mulia ini menjadi lebih menarik bagi investor. Selain itu, ketidakpastian global terkait inflasi, potensi perlambatan ekonomi, dan risiko geopolitik turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, Andy juga menegaskan bahwa skenario sebaliknya tetap mungkin terjadi. Jika ekonomi AS menunjukkan kekuatan lebih besar dari ekspektasi dan inflasi kembali menanjak, maka imbal hasil obligasi dan Dolar AS dapat kembali menguat, tekanan bagi emas berpotensi meningkat dan memicu koreksi yang lebih dalam.

Secara keseluruhan, emas tetap berada dalam jalur bullish dengan peluang kenaikan yang terbuka lebar. Namun, pasar sangat sensitif terhadap perubahan nada kebijakan Fed, menjadikan pertemuan bank sentral tersebut sebagai faktor penentu arah harga emas dalam beberapa minggu ke depan.

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

MAXY Academy Dorong Kreator Konten Kuasai Editing Video Lewat Workshop Interaktif Gratis

Ekonomi

KAI Logistik Pastikan Kesiapan Layanan Hadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026

Ekonomi

Pembangunan Rumah Susun ASN di IKN Garapan PTPP mendapat Apresiasi Menteri PKP, Raih Rekor MURI dan Standar Green Building

Ekonomi

ICTIM 2025 Sukses Digelar: Menghubungkan Inovasi, Teknologi, dan Transformasi Bisnis

Ekonomi

Wartawan Cilik Menyusuri Energi Bersih di Grha Pertamina

Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta Lakukan Penggantian Jembatan di Area Bintaro, Akan Ada Penutupan Jalan Sementara

Ekonomi

Perayaan Spektakuler di Bundaran HI: Ribuan Orang Sambut 2025 Bersama Pristine8.6+

Ekonomi

Apa Itu ActsTrade? Platform Trading Desktop untuk Trader Profesional di KVB