RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:46 WIB

Membangun Budaya Perawatan Aset yang Efektif & Efisien

vritimes - Penulis Berita

Bedah buku ‘Cara Hebat Merawat Aset’ melalui pemanfaatan artificial intelligence dalam pengelolaan industri migas di Indonesia oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Dr. Ir. Taufik Aditiyawarman, M.M., PMP., IPU, di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

JAKARTA, 7 Desember 2025 – Aging Assets (aset yang menua) cenderung meningkatkan biaya operasional (operational expenditures/OPEX) dan pengeluaran modal (capital expenditures/CAPEX) karena memerlukan biaya tambahan yang tidak terduga. Selain itu, aging assets dapat mengacaukan perencanaan bisnis akibat penghentian produksi (cessation of production/CoP) dan penghentian operasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Dr. Ir. Taufik Aditiyawarman, M.M., PMP., IPU. dalam acara bedah buku ‘Cara Hebat Merawat Aset’ di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

“Studi yang dilakukan Business Wire mengungkapkan bahwa lebih dari 70% perusahaan masih belum memiliki kesadaran penuh terhadap jadwal perawatan, peningkatan, atau penggantian peralatan. Kurangnya pemahaman ini berisiko memperpanjang waktu henti operasional serta memperburuk efisiensi dan keselamatan kerja,” kata Taufik, Sabtu (6/12/2025).

Menurut Taufik, aging assets harus disikapi bukan sebagai sebuah masalah, namun sebuah tantangan yang perlu dicari solusinya dalam rangka menjaga aset tersebut tetap produktif secara optimal dan aman dalam kaitannya dengan keselamatan kerja. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi artificial intelligence dalam pemeliharaan aset.

“Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) bukanlah ancaman bagi ketersediaan lapangan kerja. AI hanyalah sebatas alat yang perlu dipelajari sebagai bekal untuk analisa dan pengambilan keputusan terkait faktor-faktor produksi agar lebih efektif, efisien, serta meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis,” ujarnya.

Kunci pemanfaatan AI, lanjut Taufik, adalah Big Data yang valid dan representatif, sehingga diperlukan adanya suatu kolaborasi yang terintegrasi antar-stakeholder dalam penyediaan data secara voluntary. Sehingga, data menjadi lebih berkualitas dan accessible untuk pengembangan oleh masing-masing kontributor/pemangku kepentingan.

“Buku ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penulis dalam diskursus ilmiah terkait AI, serta menjadi pemantik pengembangan dan pemanfaatan AI lebih lanjut dalam industri migas pada khususnya dan industri-industri lain secara umum,” tutup Taufik menyimpulkan pemaparannya.

Acara bedah buku ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) dan Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Indonesia (Aspermigas). Turut hadir sebagai penanggap, Sekretaris Jenderal Aspermigas Ir. Elan Biantoro, M.T., MBA, serta Guru Besar Tetap Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi, DEA.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita ini 10 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Emas Menguat Tipis di Awal Pekan, Investor Fokus pada Data Inflasi AS

Aceh

Bupati Aceh Timur Buka Sosialisasi Perseroan Perorangan

Ekonomi

Sinyal dan Telekomunikasi, Tulang Punggung Keselamatan dan Kelancaran Operasional Kereta Api

Ekonomi

Bingung Pilih Internet Rumah? Ini Dia Rekomendasi Terbaik Tahun Ini!

Ekonomi

BINUS University Raih 38 Medali di POMNAS XIX lewat Perjuangan 24 Atlet Mahasiswa

Ekonomi

Strategi Investasi Reksa Dana dengan Lebih dari Satu Instrumen

Ekonomi

Bagaimana Cara MiiTel Mendukung Kualitas Call Center Perusahaan? Ini 5 Rahasianya!

Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Java Train Gelar Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Pasar Senen