RajaBackLink.com

Home / Headline / Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 12:17 WIB

Dilema ESG PTBA : Masifnya Narasi Hilirisasi di Tengah “Defisit” Transparansi Tragedi Kemanusiaan

Dadang Hariansyah - Penulis Berita

SUMATERA SELATAN, SRIWIJAYA TODAY – PT Bukit Asam, Tbk (PTBA) kini berada dalam pusaran kritik mengenai keseimbangan antara agresivitas ekspansi bisnis dan komitmen transparansi publik.

Di tengah derasnya publikasi mengenai penguatan ekosistem hilirisasi bauksit dan penyediaan energi berkelanjutan di Mempawah, pihak manajemen emiten terpantau masih memilih sikap retisens (diam) terkait insiden fatalitas yang merenggut nyawa pekerja di wilayah operasionalnya sendiri.

​Sebagaimana rilis resmi perusahaan yang menonjolkan peran strategis PTBA dalam mendukung hilirisasi nasional, terdapat kontradiksi yang mencolok mengenai kewajiban keterbukaan informasi atas insiden kritis di Site BTSJ.

Publik dan para pemangku kepentingan kini menyoal apakah masifnya pemberitaan prestasi tersebut merupakan bentuk upaya mitigasi reputasi untuk menutupi catatan kelam keselamatan kerja (K3) yang hingga kini belum diberikan klarifikasi resmi secara eksklusif kepada media.

​Kontradiksi Nilai Emiten dan Realitas Lapangan

Dalam prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi kiblat investor pasar modal, capaian industri tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Munculnya dokumen teknis internal berupa Safety Alert yang mengonfirmasi adanya kecelakaan fatal, tanpa diikuti oleh pernyataan resmi manajemen, dinilai sebagai bentuk asimetri informasi yang berisiko merugikan kepercayaan investor jangka panjang.

​”Sebuah entitas Blue Chip tidak hanya diuji dari kemampuannya membangun smelter atau menyediakan energi, tetapi dari keberanian pimpinannya untuk transparan saat terjadi krisis kemanusiaan di area kerjanya. Membanjiri ruang publik dengan berita prestasi sembari menutup akses informasi atas hilangnya nyawa manusia adalah paradoks komunikasi korporasi,” ungkap analisis dari Redaksi Jurnalis Merah Putih Sumatera Selatan.

​Urgensi Akuntabilitas di Bursa Efek

Kepala Perwakilan Jurnalis Merah Putih Sumatera Selatan, Yh Pratama S.S (Jawir), menegaskan bahwa hak publik atas informasi material tidak bisa digantikan dengan narasi keberhasilan investasi. Upaya pengejaran wawancara eksklusif kepada petinggi PTBA terus dilakukan guna memastikan bahwa setiap “Multiplier Effect” ekonomi yang digembar-gemborkan perusahaan juga mencakup perlindungan dan transparansi terhadap nasib pekerja di garis depan.

​Kini, pasar modal menanti apakah manajemen PTBA akan merespons keraguan publik ini dengan keterbukaan yang jujur, atau terus berlindung di balik narasi hilirisasi?

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

HRD Kembali Ingatkan Menhub Soal Jalur Kereta Api Lhokseumawe-Bireuen

Headline

Memperingati 18 Tahun Tsunami Aceh Ini Rangkaian Kegiatannya

Berita Polisi

Breaking News : Hilangnya Besi Pendrol, Kapolres Muara Enim Sebut PT KAI Alami Sejumlah Kerugian

Headline

Ketua Media Independen Online (MIO) Provinsi DKI Jakarta Ir.Agung Karang mengutuk keras Teroris Yang Masuk Halaman Mabes Polri

Covid 19

Bukti Komitmen Indonesia, Sudah 10 Tahap Vaksin Covid-19 Tiba

Headline

Polsek Perbaungan Razia Gabungan Antisipasi Kenakalan Pelajar

Headline

Kasdam XIV/Hsn Mewakili Pangdam Memimpin Sertijab Tiga Pejabat Kodam XIV/Hsn*

Covid 19

Ramadhan Momentum Memutus Penyebaran Covid-19