RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:21 WIB

IEF 2026: Open Network Jadi Mesin Baru Layanan Keuangan Inklusif

vritimes - Penulis Berita

JAKARTA —Sesi IEF Talks Panel 1 bertema “The Open Network: Powering Financial Services” digelar pada hari pertama Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (5/2/2026). Diskusi menyoroti bagaimana Indonesia Open Network (ION) dapat mengubah lanskap layanan keuangan digital menjadi lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif.

Membuka akses keuangan yang lebih adil

Keynote disampaikan oleh Nilay Patel (Founder, Easypay) yang menekankan bahwa jaringan terbuka bisa mendemokratisasi akses keuangan digital. “Selama ini, banyak UMKM bergantung pada satu atau dua platform besar. Open network memberi mereka pilihan, daya tawar, dan kesempatan yang lebih setara,” ujar Nilay.

Ia menambahkan bahwa inklusi keuangan bukan hanya soal akses pembayaran, tetapi juga akses pembiayaan dan data yang adil. “Jika data transaksi lebih interoperabel, UMKM bisa lebih mudah dinilai kelayakannya untuk kredit,” katanya.

Cloud, UMKM, dan interoperabilitas

Diskusi panel dipandu oleh dr. Bayu Prawira Hie dengan panelis Siddharth Prakash (Google Cloud), Ronald Walla (APINDO), dan Sourabh Gupta (Flip). Siddharth Prakash menekankan peran infrastruktur cloud dalam mempercepat adopsi ION. “ION bukan sekadar konsep kebijakan, tetapi infrastruktur yang membutuhkan teknologi yang andal, aman, dan skalabel,” katanya.

“Cloud memungkinkan UMKM mengakses teknologi kelas global tanpa investasi mahal,” tambahnya.

Ronald Walla menyoroti tantangan UMKM dalam mengakses layanan keuangan. “Banyak UMKM masih informal dan kesulitan mendapat pembiayaan. ION bisa membantu menciptakan jejak digital yang lebih kredibel,” ujar Ronald.

“Namun, ini harus dibarengi literasi digital dan perlindungan konsumen yang kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Sourabh Gupta menekankan pentingnya interoperabilitas pembayaran. “Ke depan, konsumen tidak perlu memikirkan platform apa yang dipakai. Yang penting transaksi berjalan mulus lintas aplikasi,” jelasnya.

“Standar terbuka akan menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi ekosistem,” tambah Sourabh.

Kesimpulan panel

Panel sepakat bahwa keberhasilan ION akan bergantung pada kombinasi regulasi yang jelas, kepercayaan pasar, dan kolaborasi antara pemerintah, fintech, dan UMKM.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita ini 14 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Perkuat Ekosistem Pembiayaan Otomotif, BRI Finance Jalin Sinergi dengan BRI dan Dealer Surabaya

Ekonomi

*KAI Daop 1 Jakarta Dukung Peningkatan Layanan Transportasi Perkeretaapian di Jakarta* *_Optimalisasi Pelayanan di Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, dan Konektivitas Pejalan Kaki Sudirman–Karet_*

Ekonomi

Solana Ungguli PayPal: Kapitalisasi Pasar dan Potensi Ke Depan

Ekonomi

BlackRock Suntik Lebih dari $3 Miliar ke Proyek Data Center Raksasa Meta di Louisiana

Ekonomi

Produksi Teh Tembus 10.325 Ton, PalmCo Perkuat Daya Saing Indonesia di Pasar Global

Ekonomi

Creative Digital Communication: Masa Depan Industri Komunikasi Digital

Ekonomi

Hati-Hati! 5 Kebiasaan Makeup yang Bisa Bikin Jerawat Muncul

Ekonomi

Gunawan Tan: ASEAN Jadi ‘Pelabuhan Aman’ bagi Modal di Era Fragmentasi Perdagangan dan Infrastruktur AI