RajaBackLink.com

Home / Uncategorized

Kamis, 9 April 2026 - 10:01 WIB

TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing pada Smart City Expo Taiwan 2026, Perluas Kerja Sama Global

Bagas - Penulis Berita

TechnoGIS mengikuti Smart City Expo Taiwan 2026 di Taipei untuk memperkenalkan iT Sensing sebagai solusi geospasial. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama internasional dan memperkuat ekspansi global berbasis teknologi.

TechnoGIS turut berpartisipasi dalam ajang Smart City Expo Taiwan 2026 yang berlangsung pada 17–20 Maret 2026 di Nangang Exhibition Center, Taipei, Taiwan. Dalam kegiatan tersebut, TechnoGIS memperkenalkan platform geospasial unggulannya, iT Sensing, yang dikembangkan untuk mengintegrasikan dan mengolah data satelit menjadi informasi yang aplikatif bagi kebutuhan industri. Platform ini juga ditampilkan sebagai solusi dalam mendukung perencanaan infrastruktur jaringan 5G, melalui pemanfaatan data geospasial, analitik, dan pemrosesan berbasis cloud guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan. Dalam acara ini TechnoGIS di dukung oleh Indonesia Prima sebagai Accelerator dan juga KDII sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan.

Dalam rangka memperkuat ekspansi internasional, TechnoGIS menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis dari berbagai negara, yaitu Hayani Maison (Afrika), Collexe (Malaysia), Statio (Thailand), dan Stellar Vision (Korea). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan dan implementasi solusi geospasial di berbagai sektor, dengan mengedepankan kolaborasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal di masing-masing wilayah.

Selain itu, TechnoGIS juga mengembangkan sejumlah inisiatif strategis di berbagai negara, antara lain pengembangan proyek percontohan di sektor pertanian dan kehutanan di Malaysia bersama Rymba dan Hittera, pengembangan solusi geospasial di Yunani bersama Neuralio, pengembangan platform pemodelan temperatur kota di Republik Ceko bersama Ecoten Urban Comfort, monitoring infrastruktur di kawasan Afrika, serta pengembangan sistem monitoring parkir cerdas di Thailand bersama Statio dan Riffai. TechnoGIS juga menjalin kolaborasi dengan SolarSDGs (Taiwan) dalam pengembangan solusi monitoring panel surya berbasis drone dan sistem pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya TechnoGIS dalam memperkuat ekosistem geospasial global serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data di berbagai sektor pembangunan.

CEO TechnoGIS, Sarono, menyampaikan bahwa partisipasi dalam ajang ini menjadi momentum strategis bagi perusahaan dalam memperkuat ekspansi global. “Smart City Expo Taiwan merupakan platform yang sangat relevan bagi pengembangan iT Sensing sebagai cloud geospatial dan monitoring platform. Dalam kesempatan ini, TechnoGIS berhasil membuka kolaborasi di lebih dari 7 negara lintas 3 kawasan, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa, yang akan menjadi hub strategis dalam ekspansi global kami. Kami melihat peran penting teknologi ini dalam mendukung perencanaan kota yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, TechnoGIS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan tata kota berbasis data dan teknologi,” ujarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Gaya Investasi Warren Buffett yang Bisa Dipelajari Investor Pemula

Uncategorized

Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

Uncategorized

Satu Hari  Unit Narkoba Polres Pagar Alam Gulung 4 Tersangka Narkoba.

Uncategorized

Berbagi Berkah Ramadan, KAI Daop 9 Jember Sediakan Takjil dan Buka Puasa Gratis Bagi Penumpang serta Masyarakat

Uncategorized

Kedutaan Besar India Dorong Impor Urea dari Indonesia untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Uncategorized

Koramil 03/Teluk Pucung Perkuat PPKM Mikro Bersama Personil BKO Yonif Mekanis 202/TM

Uncategorized

Wujudkan Wishlist Mobil Impian Pasca Lebaran, BRI Finance Tawarkan KKB 3,35%

Uncategorized

Broker Forex Terpercaya Semakin Dicari di 2026, Trader Indonesia Makin Selektif