RajaBackLink.com

Home / Hak Jawab Dan Koreksi / Headline

Jumat, 19 November 2021 - 07:53 WIB

Pentingnya Konfirmasi Dan Investigasi Yang Mendalam Dalam Penyajian Sebuah Berita

Dadang Hariansyah - Penulis Berita

Sriwijayatoday.com, Jakarta – Konferensi pers yang digagas oleh pakar hukum Pembina DPP Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia Sunardjo Sumargono JD bersama Elangga, SH.MH., dan team dari Posbakum Wicaksana dan Semar Surya Kencana Law Office menyatakan bahwa telah terjadi pemberitaan yang membentuk opini publik yang terlalu berlebihan dan mengada ada atas kasus Valencya.

Satu hal yang bisa saja terjadi ketika suami Valencya alias Nengsi Lim 45 tahun, Chan Yu Ching merasa tidak nyaman terhadap perilaku sang isteri (Valencya) hingga menimbulkan verbal abuse, atau kekerasan secara verbal (lisan) begitu ungkapan Sunardjo Sumargono JD atau yang akrab dipanggil Romo Nardjo kepada Tim Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia.

Menurut Romo bisa jadi pihak Kepolisian dan Jaksa penuntut Umum itu sudah benar dan Profesional lah kok malah Glendy Rivano (JPU) menjadi pesakitan dilaporkan bahkan akan dicopot dari jabatannya, hal ini sangat memprihatikan ungkap Romo Nardjo.

Sementara Erlangga, SH.MH. sepakat dengan Imran, S.s. Dari DPP AWDI harusnya sebelum ditayangkan pemberitaan itu perlu pendalaman ada motif dan latar belakang dibalik semua itu, hingga yang bersangkutan di laporkan Ke Polsek, Polres, hingga Polda yang menyidik kasus ini hingga berbuntut 1 tahun tuntutan buat Valencya, di PN Karawang.

Tentu saja dengan tuntutan tersebut tidak bisa diterima oleh pihak Valencya termasuk Pengacara nya, namun berita tersebut telah terlanjur beredar dan seolah mencederai kaum perempuan bahkan di gaungkan hati-hati terhadap perempuan se-Indonesia, saya adalah bagian dari korban KDRT yang malah kena tuntutan, hingga pihak Pemerhati Perempuan Karawang pun angkat bicara, sehingga menjadi viral berita Valencya ini dan menjadi santapan pembaca yang merasa berempati.

Namun menurut Romo masyarakat itu kan tidak semuanya mengerti soal hukum serta kejadian yang sebenarnya, maka Saya berharap kepada Pihak Kejaksaan Agung melalui Bidang Pengawasan bisa meninjau ulang terhadap Nasib JPU (Glandy Rivano) yang berjuang pada pungsinya menjadi pesakitan.

Menurut Zainul Arifin dan Raja dari Posbakum Wicaksana kalau soal mabuk ini sudah menjadi kebiasaan atau Tradisi Untuk warga Taiwan yang mana Chan Yu Ching adalah berasal dari Taiwan jadi tidak juga merupakan sebuah alasan untuk memojokkan Seseorang dengan Tuduhan KDRT.

Semoga hal ini tidak berkepanjangan dan tidak ada orang ataupun instansi penegak hukum yang dirugikan.

Maka di sinilah diperlukan konfirmasi, investigasi yang mendalam dari penggalian informasi untuk pemberitaan agar kita semua tidak terjebak opini yang menghakimi orang lain begitu ucapan Sunardjo Sumargono JD dari Semar Surya Kencana Law Office.

Konferensi pers yang di laksanakan di Posko Posbakum di Jalan Ir Juanda Raya No. 4 a Jakarta Pusat berjalan Lancar walaupun penuh dengan perdebatan dengan Tim AWDI. /SR/IM/ZA/BW.18/11/2021.

Sumber Informasi: AWDI Jakarta.

Berita ini 179 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

SEKJEN DPD API NUSANTARA RAYA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA

Headline

Gelar Operasi Yustisi, Polsek Galut Himbau Pedagang Pasar Patuhi Prokes

Berita Polisi

BREAKING NEWS : Bagikan 100 Lembar Bendera, Wakapolres Muara Enim: Ini Wujud Kecintaan pada Tanah Air

Berita Sumatera

BREAKING NEWS : Sinergi PGE dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Perkuat Kolaborasi Energi Bersih

Headline

*Wakili Pangdam XIV/Hsn, Pamen Ahli Bid. Sosbud Poksahli Pangdam Hadiri OAT Dankosek II Cup 2023, Dalam Rangka HUT Ke-78 TNI*

Headline

H. Ruslan M Daud Gelar Halal Bihalal di Meuligoe Residence Bireuen

Headline

Personel Polsek Bontonompo Ikuti Gaktiblin Pemeriksaan Randis, Sikap Tampang dan Izin Senpi

Headline

Komandan Lanal Bandung Hadiri Acara Pembukaan Rakor dan Rakernis Potmar TNI AL Tahun 2022