RajaBackLink.com

Home / Headline

Sabtu, 5 Maret 2022 - 17:05 WIB

Residivis Bertato Eks Pembunuh Anggota TNI Beberapa Tahun Yang Lalu Bersimpuh Darah Saat Bersinggungan Dengan Anggota Yonzipur 8/SMG*

MUHAMMAD YUSUF HADING ( SULSEL ) - Penulis Berita

SRIWIJAYATODAY.COM//Makassar – Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Rio Purwantoro, S.H., menyebut motif pelaku pengejaran terhadap oknum anggota TNI personel Yonzipur 8/SMG menewaskan Sdr. BS (50) residivis bertato di lorong 13 Jl. Rajawali Kel. Panambungan Kec. Mariso Kota Makassar Jumat (4/03/2022) karena salah paham. Pelaku dan korban sebelumnya tidak memiliki latar belakang masalah.

Kolonel Rio menuturkan bahwa sesuai data awal yang diperoleh, peristiwa ini berawal ketika Sdr. BS sedang memperbaiki mobil di lorong depan rumahnya di tengah-tengah jalan, lalu lewat Serma DJ (51) mengatakan, “saudara minta maaf, minta tolong mobilnya kalau bisa diparkir agak kepinggir karena orang tidak bisa lewat”, dikarenakan yang bersangkutan tidak mau mendengar teguran tersebut maka dijawab oleh Sdr. BS, “saya baru keluar tahanan, dulu saya bunuh anggota Yonkav tahun 2010 bisa saya selesaikan, apalagi orang kayak kamu ini,”. (Setelah dicek di data base ternyata peristiwa pembunuhan anggota Yon Kav oleh Sdr. BS terjadi pada tahun 2007).

Karena tidak terima ditegur akhirnya terjadi cekcok adu mulut antara Sdr BS dan Serma DJ. “Seketika itu Serma DJ dikejar oleh Sdr. BS sampai di sudut bangunan. Serma DJ terpojok dan tidak bisa melarikan diri lagi, saat itulah Serma DJ diserang menggunakan kunci roda mengenai kepala dan ditusuk menggunakan pisau badik, akan tetapi ditangkis oleh Serma DJ dan mengenai rahang atas. Karena merasa terdesak, Serma DJ melakukan pembelaan diri dan berhasil merampas pisau badik milik Sdr. BS, kemudian menusuknya tepat di ulu hati dan sdr BS jatuh terkapar. Begitu juga Serma DJ seketika itu linglung dan jatuh pingsan,” Jelas Kolonel Rio.

“Perselisihan ini motifnya diduga kesalapahaman, karena antara oknum anggota TNI dan pelaku pengejaran tidak pernah ada permasalahan sebelumnya. Tiba-tiba ketemu di lorong. Kita pun berharap semua pihak tidak terpancing/terprovokasi dengan peristiwa ini, permasalahan saat ini sudah ditangani oleh Pihak Polisi Militer (Denpom XIV/4 Makassar) dan Kepolisian setempat, jadi sementara dalam proses pemeriksaan lebih lanjut” Sambungnya.

Akibat dari perselisihan ini Serma DJ mengalami Luka robek di dagu kiri dengan panjang ± 6 cm dan lebar ± 1 cm, krepitasi (+) tembus sampai ke mandibula, gigi graham (7 Jahitan), luka robek di dagu panjang ± 2 cm, luka robek di kepala/ubun-ubun (+) panjang ± 2 cm (6 jahitan). Sedangkan Sdr. BS meninggal dunia dengan luka tusuk di ulu hati.

Muh.Yusuf Hading

Berita ini 167 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Polres Melawi Raih Penghargaan Dari Kementerian Keuangan

Aceh

Kapolres Aceh Timur Memberikan Reward Kepada Kasat Reskrim dan Anggota, Ini Prestasinya

Headline

Cek Rest Area KM 57, Kapolri Imbau Pemudik Manfaatkan Layanan Posko Mudik 

Headline

Koramil 02/Mampang Prapatan Bersama Polsek Dan Sat Pol PP Gelar Ops Yustisi Tertib Masker

Aceh Timur

Kapolres Aceh Timur Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni, Ini yang Keenam Kalinya

Berita Sumatera

BREAKING NEWS : Skandal Korupsi KUR MIKRO Bank Sumsel Babel Cabang Pembantu Semendo, Kejati Sumsel Tetapkan 7 Tersangka

Headline

Kaajendam XIV/Hsn Sebagai Narasumber Pada Dialog Interaktif Siaran TNI di RRI Makassar

Headline

Terbang ke Lumajang, Kapolri Tinjau Langsung Korban Erupsi Gunung Semeru