RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Selasa, 18 Maret 2025 - 14:24 WIB

IHSG Melemah, Pasar Kripto Menunjukkan Ketahanan

Redaksi - Penulis Berita

Jakarta, 18 Maret 2025 – Pasar saham Indonesia menghadapi tantangan signifikan. Pada sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt setelah melemah 5,02% ke level 6.146. Sebanyak 581 saham mengalami penurunan, sementara 105 saham mencatat kenaikan. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang masih penuh dengan ketidakpastian.

Di sisi lain, pasar kripto menunjukkan pergerakan yang lebih stabil. Kapitalisasi pasar kripto baru-baru ini meningkat sekitar $50 miliar dalam 24 jam terakhir, dengan total kapitalisasi saat ini mencapai $2,67 triliun. Meskipun sentimen pasar masih beragam, indikator bullish menunjukkan potensi pergerakan positif lebih lanjut.

Bitcoin dan Pergerakan Pasar Kripto

Berdasarkan data Tokocrypto, harga Bitcoin saat ini diperdagangkan pada $83.166, sedikit di bawah level resistensi utama $85.000. Jika momentum pasar tetap kuat, ada potensi Bitcoin menembus level ini dalam beberapa hari mendatang. Target kenaikan berikutnya berada di $89.800, dengan peluang penguatan lebih lanjut hingga $92.000.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, Bitcoin dapat turun ke level support $80.301. Namun, dengan tingkat akumulasi yang tinggi, pasar tetap berada dalam kondisi yang menarik bagi investor.

Analyst Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyoroti bagaimana perbedaan dinamika antara pasar saham dan pasar kripto dapat menjadi pertimbangan bagi investor. “Pasar saham sedang mengalami tantangan yang cukup besar, sementara pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan dengan adanya indikator bullish. Ini bisa menjadi pertimbangan bagi investor dalam menyusun strategi diversifikasi,” jelasnya.

Fyqieh juga menambahkan bahwa perkembangan regulasi dan adopsi institusional yang meningkat turut memberikan stabilitas pada pasar aset digital. “Meskipun volatilitas tetap ada, fundamental pasar kripto saat ini semakin kuat, menjadikannya sebagai salah satu alternatif dalam portofolio investasi,” tambahnya.

Pergerakan Bitcoin (BTC) di aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

Menanti Keputusan The Fed dan Dampaknya pada Pasar

Fokus utama investor saat ini adalah keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pekan ini, tepatnya 19 Maret 2025. Keputusan ini diharapkan memberikan arah kebijakan moneter AS yang dapat memengaruhi berbagai instrumen investasi, termasuk kripto.

Sebelumnya, pasar kripto telah menunjukkan ketahanannya terhadap berbagai perubahan kebijakan ekonomi global. Meskipun ada pergerakan harga jangka pendek, tren jangka panjang menunjukkan bahwa aset digital tetap menjadi pilihan yang relevan dalam lanskap keuangan yang terus berkembang.

Dengan kondisi pasar yang terus berfluktuasi, investor dapat mempertimbangkan strategi diversifikasi yang lebih luas, termasuk memperhatikan potensi aset digital. Tren adopsi yang meningkat dan fundamental yang lebih matang menjadikan kripto sebagai salah satu opsi yang dapat diperhitungkan.

“Setiap aset memiliki karakteristik dan risikonya masing-masing. Dalam menghadapi dinamika pasar saat ini, investor dapat mempertimbangkan berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan tujuan jangka panjang mereka,” pungkas Fyqieh.

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Giatkan Inklusi Keuangan Digital di Masyarakat, Bank Raya Dorong Optimalisasi Program Loyalitas Pelanggan

Ekonomi

Rekomendasi Taman Kota Pet Friendly di Jakarta Cocok untuk Akhir Pekan

Ekonomi

Sevenpreneur Luncurkan Batch Terbaru ‘The 100 Million Blueprint’: Solusi Inovatif bagi UMKM di Indonesia

Ekonomi

Dominasi Skintific & Skin1004 : Analisa Performa Toner & Mist di Marketplace Indonesia

Ekonomi

Mendorong UMKM Rental Motor Go Digital bersama YourBestie

Ekonomi

Bagaimana Generative AI Mengubah Masa Depan Sales B2B?

Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta Layani 1,67 Juta Pelanggan Selama Bulan Agustus 2025, 76 Ribu di Antaranya Manfaatkan Promo Merdeka HUT RI ke-80

Ekonomi

ASEAN, Jepang, dan UNDP Gelar Blue Innovation Expo, Pertemukan Investor dan Inovator untuk Percepatan Ekonomi Biru di ASEAN dan Timor Leste