RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Selasa, 8 April 2025 - 13:37 WIB

Telkom Indonesia Dorong Literasi AI untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis

Redaksi - Penulis Berita

Indigo Hadirkan Solusi Praktis Pemanfaatan AI untuk Optimalkan Operasional Bisnis

Minimnya pemahaman teknik prompting menjadi penghalang utama pemanfaatan akal imitasi (AI) di dunia bisnis. Banyak perusahaan gagal mengoptimalkan AI bukan karena keterbatasan teknologi, tetapi akibat lemahnya strategi dalam merancang instruksi yang jelas dan efektif. Padahal, teknik prompting yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional serta menghasilkan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan industri.

Untuk menjawab tantangan ini, Telkom Indonesia melalui program Indigo menggelar webinar AI Connect: Mastering Prompting with AI. Acara daring yang berlangsung pada Sabtu (22/3/2025) ini berfokus pada strategi meningkatkan efisiensi bisnis, optimalisasi pemasaran, serta peluang investasi bagi startup AI.

Grasia Meliolla, AI Expert, menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, tetapi mitra produktif yang dapat dioptimalkan dengan strategi yang tepat. “Peserta belajar mengotomatiskan tugas rutin, menganalisis data, dan merancang strategi pemasaran yang tajam,” ujarnya. Workshop ini memberikan peserta kesempatan untuk langsung menguji pemanfaatan AI dalam berbagai skenario bisnis nyata.

Menurut Dito Bagus Prasetio, Software Engineer Ruangguru, banyak orang sering menganggap bahwa membuat prompt hanya melibatkan mengetik perintah sederhana. Padahal, ada struktur dan strategi di baliknya agar AI dapat memahami instruksi dengan lebih akurat. Teknik seperti zero-shot dan chain-of-thought prompting membantu peserta menghasilkan output yang lebih relevan. Dengan metode ini, AI dapat dioptimalkan untuk otomatisasi laporan, analisis data, hingga perancangan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Pembukaan webinar AI Connect: Mastering Prompting with AI oleh MC

Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, menegaskan bahwa pemahaman yang kuat terhadap prompting adalah kunci agar AI dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi bisnis. “AI bukan sekadar alat bantu, tetapi aset strategis yang mampu mendorong efisiensi dan inovasi. Melalui acara ini, kami ingin memastikan bahwa para pelaku bisnis memiliki keterampilan yang tepat dalam memanfaatkan AI untuk mendukung operasional, mengoptimalkan strategi pemasaran, dan mengidentifikasi peluang investasi baru,” jelasnya.

Peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga praktik langsung dalam mengimplementasikan AI. Teknik prompting yang diajarkan membantu mereka mengotomatiskan tugas rutin, menganalisis data secara efisien, serta merancang strategi pemasaran yang lebih tajam. Bagi masyarakat luas, acara ini membuka peluang kolaborasi antara startup AI, korporasi, dan UMKM untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang inklusif.

Melalui AI Connect: Mastering Prompting with AI, Indigo menunjukkan komitmen Telkom Indonesia dalam membangun daya saing serta memberdayakan bangsa melalui kolaborasi, pelatihan, dan pengembangan solusi berbasis AI yang berkelanjutan. Kedepannya, Indigo akan terus menghadirkan program serupa untuk mendukung literasi digital, memperkuat kapasitas SDM, dan menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berita ini 21 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Ekonomi

Wujudkan Mobilitas Hijau, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan Mobil Listrik

Ekonomi

Fundamental Trading: Apa Perbedaan Trading di MetaTrader 5 (MT5) dan MetaTrader 4 (MT4)?

Ekonomi

KAI Daop 1 Peduli, Bekali Pekerja Jelang Purna Tugas dengan Keterampilan Wirausaha

Ekonomi

Lonjakan Besar! Pajak Transaksi Kripto di Indonesia Lampaui Rp1,09 Triliun

Ekonomi

AWesome Japanese Challenge: Dari Mukbang sampai Best Outfit Challenge, A&W Indonesia Sukses Menghibur Para Cosplayers!

Ekonomi

Cara Freelancer Kelola Uang: Gaji Diri Sendiri dan Simpan di Deposito

Ekonomi

PT Bambang Djaja – Pabrik Trafo yang Mendukung Kesetaraan Gender