RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Senin, 16 Juni 2025 - 11:22 WIB

Rela Habiskan Ratusan Juta untuk Belajar Trading? Perjalanan Mathias Putra Temukan Sistem Trading Anti-MC

Redaksi - Penulis Berita

Di balik hingar-bingar dunia trading, masih banyak yang tak menyadari bahwa keberhasilan di pasar bukan soal hoki, melainkan soal ilmu, pengalaman, dan mental tahan banting.
Mathias Putra adalah contoh hidup dari prinsip ini. Ia rela menghabiskan ratusan juta rupiah hanya untuk satu tujuan: memahami bagaimana trading benar-benar bekerja. Baginya, tak ada jalan pintas; semua butuh waktu dan ketekunan.

Ilmu Itu Mahal, Tapi Gagal Lebih Mahal

Mathis Putra kini dikenal sebagai praktisi dan pengajar trading Forex melalui kelas Big Boy Concept. Namun, Mathias tidak memulai perjalanan tradingnya dengan mudah.

Dimulai dari rasa penasaran, Mathias mengikuti pelatihan trading dari dalam negeri hingga luar negeri, dari workshop kecil sampai seminar eksklusif bersama fund manager institusional di Malaysia, Singapura, hingga Hongkong. Rasa penasaran itu berkembang menjadi tekad untuk menemukan satu sistem paling efektif untuk trading. Tidak tanggung-tanggung, total biaya yang ia keluarkan mencapai ratusan juta rupiah untuk satu kali workshop.

Apakah kemudian semua workshop tersebut seketika memberikan hasil sepadan? Tentu tidak. Mathias masih didera kegagalan berkali-kali karena loss/MC. Namun justru dari kegagalan-kegagalan awal, ia makin terpacu. Setiap kerugian menjadi bahan bakar untuk mencari tahu di mana kesalahan dan bagaimana seharusnya.

“Kalau rugi bikin kamu berhenti, berarti kamu memang belum siap jadi trader,” tegasnya.

Dari Kantoran ke Dunia Trading: Cari Jalan Baru Menuju Kebebasan

Sebelum mengenal trading, Mathias bekerja di sektor perbankan dan manufaktur. Meski penghasilan stabil, ia merasa hidupnya tak punya arah. Ia mendambakan kebebasan waktu dan finansial.

Saat itu, trading menjadi salah satu opsi karir yang paling menjanjikan karena “nampak” mudah mencari keuntungan dalam waktu yang jauh lebih fleksibel daripada kerja kantoran. Akan tetapi, ketika ia mulai terjun ke industri, realitasnya jauh lebih kejam.

Ia kehilangan banyak modal, termasuk properti yang dikumpulkan selama bertahun-tahun bekerja. Meski begitu, pengalaman tersebut justru membawanya pada kesadaran bahwa kalau ingin berhasil, ia tak bisa asal coba-coba. Ia harus berpikir seperti institusi, bukan spekulan.

Sebab, apabila mendapatkan keuntungan di Forex hanya khayalan, tak mungkin industrinya berkembang pesat hingga hari ini.

Big Boy Concept: Sistem yang Lahir dari Kegagalan dan Ilmu

Dari seluruh pengalaman itu, Mathias membangun pendekatan yang ia sebut Big Boy Concept—cara berpikir dan strategi seperti trader institusi:

Tidak menahan posisi semalam

Menghitung risiko sebelum entry

Cut loss cepat, jangan baper

Hindari overtrading dan euforia

Konsep ini lahir bukan dari teori, tapi dari ribuan jam pengalaman dan kekalahan trading yang ia pelajari selama 20 tahun. “Institusi besar bisa tetap untung bukan karena mereka selalu benar, tapi karena mereka tahu kapan harus bertahan dan mundur,” jelasnya.

Trading memang membutuhkan konsistensi, logika, dan mental baja. Bagi Mathias, profit adalah hasil dari sistem dan mental. Di pasar yang tak peduli siapa kamu, hanya mereka yang disiplin yang bisa bertahan. Ia tidak menjual mimpi cepat kaya. Ia menawarkan realita: bahwa untuk jadi trader yang kuat, kamu harus gigih belajar dan berani untuk gagal.

Berita ini 10 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Puncak Festival ‘Aura Farming’ Pacu Jalur 2025 yang Viral Akan Digelar Dalam Waktu Dekat! Ini yang Perlu Kamu Tahu

Ekonomi

KAI Bandara Raih Empat Penghargaan pada Public Relations Indonesia Awards 2026

Ekonomi

Tanda Tangan Biometrik: Solusi Autentikasi Tingkat Lanjut

Ekonomi

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komoditas Strategis Melalui Replanting 14.000 Hektare PTPN I Regional 2

Ekonomi

Mau Konten Viral? Lynk Media Group Punya Layanan Campaign Garansi Viral!

Ekonomi

Mengapa Sertifikasi IMDG Code Penting untuk Pelabuhan yang Aman dan Efisien?

Ekonomi

Ubud Writers & Readers Festival 2025 di Metland Venya Ubud

Ekonomi

Doxadigital masuk dalam Top 7 Agensi Digital Terbaik Asia Tenggara 2024