RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:12 WIB

Tingkatkan Efektivitas Pembangunan Infrastruktur, Kementrian PU Gandeng BPS Ingin Turunkan ICOR di Bawah 6

Redaksi - Penulis Berita

Jakarta, 19 Agustus 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan memperkuat pengukuran kinerja infrastruktur di Tanah Air, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan tata kelola yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo
menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk mengevaluasi
dampak setiap program yang dijalankan. Menurutnya, data dan analisis akurat
dari BPS akan menjadi landasan utama dalam pengambilan kebijakan di masa depan.

Kerja sama antara Kementerian PU
dan BPS merupakan langkah konkret untuk mengukur efektivitas setiap program
pembangunan. Dengan dukungan analisis BPS, Kementrian PU ingin memastikan
sektor infrastruktur memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan
kesejahteraan rakyat. Salah satu alat ukur utama yang akan diperkuat adalah
Incremental Capital Output Ratio (ICOR), sebuah indikator untuk menilai
efisiensi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kementerian PU menargetkan
penurunan angka ICOR hingga di bawah 6 sebagai sasaran utama dalam lima tahun
ke depan.

Target tersebut merupakan bagian
dari visi besar “PU608”, yaitu ICOR di bawah 6, angka kemiskinan mendekati 0
persen, dan pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen.

“PU608 sejalan dengan Asta Cita sesuai
arahan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen ini juga diperkuat dalam rapat
kabinet dua minggu lalu, ketika Menteri Keuangan menegaskan penurunan ICOR
sebagai indikator kinerja yang dipantau berkala,” jelas Menteri Dody di
Jakarta, Selasa (19/8).

Sebagai mitra strategis, Kepala BPS
Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh
upaya tersebut. BPS akan membantu memperkaya metodologi analisis ICOR
agar lebih presisi serta melakukan pengukuran efektivitas dan efisiensi program
Kementerian PU secara berkala.

“Sektor konstruksi adalah
sektor padat karya dengan kontribusi besar pada penciptaan lapangan kerja.
Karena itu, penguatan ICOR penting untuk memastikan setiap rupiah belanja
infrastruktur berdampak optimal pada pertumbuhan,” tegas Amalia.

Langkah strategis ini diambil di
tengah optimisme pertumbuhan ekonomi nasional, yang pada triwulan II 2025
tercatat sebesar 5,12 persen. Menteri Dody berharap, dengan kebijakan yang
lebih terukur, target pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen pada 2025 dapat
tercapai.

Dengan demikian, sinergi antara
Kementerian PU dan BPS ini menjadi fondasi penting untuk mengukur efektivitas
setiap program pembangunan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mampu
menurunkan angka ICOR, tetapi juga memastikan setiap investasi infrastruktur
benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Tekan Angka Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, KAI Divre III Palembang Gelar Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian

Ekonomi

Cegah Tragedi Berulang, Kementerian PU Periksa Struktur Bangunan Dua Pesantren Besar di Jatim

Ekonomi

Mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS University Raih Prestasi Global di Kyoritsu Japanese Experience Contest 2025

Ekonomi

KAI Divre IV Tanjungkarang Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Operasional KA Kuala Stabas

Ekonomi

Dupoin Regulatory Insight Forum 2025: Dorong Transparansi dan Kepercayaan di Pasar Keuangan Indonesia

Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta Lakukan Inspeksi Lokasi Berpotensi Longsor di Petak Jalan Manggarai – Sudirman

Ekonomi

Edi Mulyono dari Pulau Pari Suarakan Keadilan Iklim di Eropa: “Kami Bukan Penyumbang Emisi, Tapi Kami yang Tenggelam”

Ekonomi

Alcavella Tampil Perdana di Indonesia Fashion Parade 2025: Dari Cigondewah ke Panggung Fashion Nasional