RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 19:35 WIB

Global Millennial MUN 2025: 350 Delegasi dari 10 Negara Ikuti Simulasi Sidang PBB di Indonesia

Redaksi - Penulis Berita

Global Millennial MUN 2025, simulasi sidang PBB internasional, diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Bintaro pada 10-12 Oktober 2025. Acara ini diikuti oleh lebih dari 350 pelajar dan mahasiswa dari 10 negara.

Tangerang Selatan, 12 Oktober 2025 — Lebih dari 350 pelajar dan mahasiswa dari 10 negara berpartisipasi dalam ajang Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2025, sebuah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berskala internasional yang digelar di Hotel Santika Premiere Bintaro pada 10–12 Oktober 2025.

Diselenggarakan oleh Globy, #1 Coaching for International Competitions, acara ini bertujuan untuk memberdayakan para pemimpin muda agar dapat membentuk masa depan melalui diplomasi, kesadaran global, dan pengembangan kepemimpinan.

Tahun ini, GM MUN menjadi sorotan karena berhasil menjadi acara MUN beginner-friendly pertama di Indonesia yang dihadiri oleh ratusan peserta internasional dan telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Acara ini terbagi ke dalam tiga level partisipasi, diantaranya Junior Level (di bawah 15 tahun), Senior Level (15–18 tahun), dan Open Level (di bawah 30 tahun), untuk memastikan pengalaman belajar yang inklusif bagi semua kalangan muda. Selama tiga hari penyelenggaraan, para delegasi terlibat dalam simulasi sidang PBB, konferensi internasional, sesi cultural exchange, dan gala dinner diplomatik.

Partisipan dan dewan juri berasal dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Lebanon, Pakistan, Vietnam, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina dan negara lainnya. Keberagaman latar belakang ini menjadikan GM MUN 2025 sebagai ruang lintas budaya yang kaya akan perspektif global.

Dua tokoh penting turut hadir dalam konferensi ini, yaitu Jeffrey Labovitz sebagai IOM Chief of Mission to Indonesia dan Dr. I Made Andi Arsana sebagai UN Conciliator sekaligus Dosen di Universitas Gadjah Mada, yang juga menjadi Keynote Speech dalam acara ini.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap performa luar biasa para peserta, penyelenggara turut memberikan penghargaan kepada para delegasi terbaik dalam beberapa kategori, yaitu Best Delegate, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, Diplomatic Commendation, dan Best Position Paper.

Dalam keterangannya, Muflih Dwi Fikri, Founder & CEO Globy, menegaskan bahwa kegiatan seperti Model United Nations memberikan dampak besar terhadap pengembangan diri dan masa depan akademik generasi muda.

“Melalui MUN, banyak peserta yang memanfaatkan sertifikatnya ini sebagai nilai tambah saat mendaftar ke universitas top dunia, beasiswa, hingga SNBP. Kami ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa menjadi bagian dari komunitas global, asal berani belajar dan mencoba,” ujar Muflih.

Sebagai kegiatan berskala internasional, Global Millennial MUN berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi lintas negara, memperkuat peran generasi muda Indonesia di ranah diplomasi global, dan mendukung semangat Sustainable Development Goals (SDGs) melalui aksi nyata para pemuda.

Dikarenakan acara Global Millennial MUN 2025 di Jakarta berhasil, rencananya akan diselenggarakan kembali di Yogyakarta pada 2-4 Januari 2026.

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Berikut Daftar Universitas Swasta di Bandung Terbaik & Terfavorit Bagi Calon Mahasiswa

Ekonomi

Investasi Emas: Self Reward untuk Finansial yang Lebih Aman di Masa Depan

Ekonomi

Investasi di Usia 20-an, Lebih Cepat Lebih Cuan?

Ekonomi

SATU University Gelar UMKM & Industry Gathering di 3 Kota: Wujudkan Sinergi Kreatif untuk Kemajuan Bersama

Ekonomi

Hal yang Harus Dilakukan Saat Kucing Flu

Ekonomi

GRAND DAFAM ANCOL JAKARTA HADIRKAN PROMO – PILIHAN MENGINAP COCOK UNTUK FAMILY VACATION

Ekonomi

Rayakan Kemerdekaan Tanpa Batas dalam ELMO beyoND Fest 2025: Festival Inklusif untuk Komunitas Neurodivergent

Ekonomi

Bitcoin Menuju Tahun 2025: Peluang Besar atau Risiko Tinggi?