RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:53 WIB

COCONUT Computer Club Didukung Indigo Telkom Selenggarakan Kelas Backend REST API dengan Golang dan Perkenalkan Platform Apilogy di Makassar

Redaksi - Penulis Berita

COCONUT Computer Club bersama Indigo Telkom mengadakan COCONUT Open Class Batch 8 di IndigoHub Makassar, menghadirkan pelatihan backend REST API dengan Golang serta demo langsung platform Apilogy, Text-to-Speech, dan Object Detection bagi para peserta.

Makassar, 17 Oktober 2025 – IndigoHub Makassar kembali menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan teknologi melalui penyelenggaraan COCONUT Open Class Batch 8. Workshop yang diinisiasi oleh COCONUT Computer Club ini berfokus pada pengenalan backend development dengan bahasa pemrograman Golang, sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar membangun REST API dari tahap dasar.

Dengan tema “Go REST, Go Fast: Membangun REST API dengan Golang”, kelas ini menghadirkan Musdalipa dan Syahrul Ramadhan sebagai pemateri, dipandu oleh Ahmad Fajrul sebagai moderator, serta diikuti oleh lebih dari 20 peserta. Melalui pendekatan praktis, peserta diperkenalkan pada konsep fundamental backend, lalu diarahkan untuk mencoba langsung membuat REST API sederhana yang dapat dikembangkan menjadi portofolio teknologi mereka.

Pada sesi ini, BCL IndigoHub Makassar bersama intern memperkenalkan marketplace API Telkom, Apilogy, sekaligus mendemonstrasikan bagaimana platform tersebut dapat dimanfaatkan baik sebagai publisher maupun developer. Peserta diperlihatkan secara langsung bagaimana Apilogy dapat mempercepat proses pengujian dan mendukung kolaborasi antar-developer. Selain itu, tim Indigo juga mendemonstrasikan API Text-to-Speech dan Object Detection untuk memberikan gambaran konkret cara penggunaannya, sehingga peserta terdorong untuk mengeksplorasi lebih jauh dan memanfaatkan berbagai API yang disediakan secara gratis.

Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, kembali menegaskan pentingnya pelatihan seperti ini dalam membangun talenta digital di era ekonomi digital. “Kelas seperti ini bukan hanya mengajarkan teori, tapi juga membuka ruang eksplorasi. Telkom sendiri sudah memiliki platform bernama Apilogy, yang bisa membantu developer mendokumentasikan, mengelola, dan menggunakan API dengan lebih efisien. Semoga kedepannya, para peserta bisa ikut mencoba dan mengembangkannya dalam proyek mereka,” jelasnya.

Selain materi teknis, tim COCONUT juga memberikan benefit berupa modul pembelajaran, sertifikat, dan kesempatan memperluas relasi komunitas. Dengan pendekatan interaktif, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengaplikasikan keterampilan backend dalam pengembangan teknologi ke depan.

Salah satu peserta, Muh Anwar Syafriawan, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kelas ini. “Materi yang disampaikan sangat menarik. Saya mendapat pengalaman baru yang belum pernah saya pelajari di kampus, khususnya praktik membangun REST API dengan Golang, sekaligus bisa eksplore Apilogy” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam memperluas akses pembelajaran teknologi. COCONUT Open Class Batch 8 hadir sebagai pijakan awal bagi calon backend developer pemula untuk berkembang, percaya diri, dan terhubung dengan ekosistem digital di Makassar.

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

181 Ribu Pengguna Gunakan LRT Jabodebek Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Ekonomi

World Atopic Eczema Day: ERHA Ultimate Kolaborasi dengan Komunitas Ibu2Canggih dan Lightbeam Berikan Dukungan Holistik bagi Eczema Warrior

Ekonomi

Sinergi Telkom AI Connect dan GARUDA AI: Kupas Tuntas Penggunaan AI Dalam Manajemen Dokumen

Ekonomi

Solana Diprediksi Bisa Lampaui Setengah Market Cap Ethereum, Ini Analisisnya

Ekonomi

Tokocrypto x Binance Beach House Gaet Lebih dari 2.500 Peserta di Coinfest Asia 2025

Ekonomi

Apa itu Training Sertifikasi POU Energy Academy?

Ekonomi

Bittime Gandeng Kuningan City Mall Gelar Crypto 101: Get to Know Web3 Ecosystem

Ekonomi

Pentingnya Menyiapkan Sinking Fund untuk Meringankan Beban Pengeluaran