RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Rabu, 5 November 2025 - 10:28 WIB

Aluminium Indonesia Berpotensi Jadi Penopang Industri Otomotif Dunia

Redaksi - Penulis Berita

JAKARTA — Produksi aluminium Indonesia berpotensi memegang peran penting dalam rantai pasok industri otomotif global seiring meningkatnya kebutuhan aluminium untuk kendaraan listrik dan alat berat. Kenaikan permintaan ini dipicu tren transisi energi dan elektrifikasi kendaraan di berbagai negara industri besar.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch Ferdy Hasiman menilai, Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok logam ringan dunia. Melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) di bawah kendali holding tambang MIND ID, Indonesia kini berpeluang menjadi penopang utama bahan baku industri otomotif global, terutama bagi Jepang, Korea Selatan, dan Cina.

“Dengan mengontrol INALUM, Indonesia mampu mengontrol bahan baku bagi industri otomotif global, terutama Jepang dan Korea Selatan yang menguasai pasar dunia otomotif,” ujar Ferdy.

Data menunjukkan permintaan aluminium global meningkat pesat sejak 2017. Jepang, misalnya, memproyeksikan kebutuhan 2 juta ton aluminium untuk otomotif pada 2025, sementara Cina mencatat permintaan hingga 17,3 juta ton untuk sektor kendaraan listrik, konstruksi, dan infrastruktur energi baru terbarukan.

Kebutuhan besar ini menjadikan aluminium sebagai salah satu logam paling dicari di dunia, mengingat setiap kendaraan listrik memerlukan 300–400 kilogram aluminium dalam struktur bodinya. “Industri otomotif dunia yang sedang bertransisi ke kendaraan listrik sangat bergantung pada pasokan aluminium,” kata Ferdy.

Indonesia berada dalam posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut. INALUM memiliki kapasitas produksi aluminium mencapai lebih dari 300 ribu ton per tahun, menjadikannya produsen terbesar di Asia Tenggara. Sementara kebutuhan bahan baku alumina kini diperkuat dengan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.

Fasilitas yang digarap bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) ini mampu memproduksi 1 juta ton alumina per tahun, di mana separuhnya akan diserap INALUM sebagai bahan baku peleburan aluminium, dan sisanya untuk ekspor.

“ANTAM punya cadangan bauksit besar dan bisa memasok bahan baku ke smelter INALUM. Ini memperkuat rantai industri dari hulu ke hilir, dari bauksit menjadi alumina hingga aluminium,” jelas Ferdy.

Langkah hilirisasi yang dijalankan MIND ID merupakan bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem logam terintegrasi. Sebelumnya, Indonesia banyak mengekspor bauksit mentah ke Cina hingga 40 juta ton per tahun. Kini, orientasinya beralih dari ekspor bahan mentah menuju produksi alumina dan aluminium bernilai tambah tinggi.

“Dengan kebijakan ini, perusahaan otomotif asing justru akan mengimpor alumina dari Indonesia kalau ingin tetap menjaga pasokan bahan baku,” ujar Ferdy.

Hilirisasi ini menjadi tonggak menuju era industrialisasi baru Indonesia. Selain memperkuat struktur industri nasional, kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan defisit perdagangan sektor manufaktur yang pada periode 2017–2024 tercatat mencapai US$4,3 miliar akibat impor komponen otomotif dan alat berat.

“Indonesia terlalu lama nyaman mengekspor bahan mentah. Padahal, nilai tambah sesungguhnya ada di tahap pengolahan,” kata Ferdy.

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BRI-MI Inisiasi Pembentukan DINFRA Climate Resilience Fund: Mendorong Akselerasi Pendanaan Strategis untuk Ketahanan Iklim Indonesia

Ekonomi

DIGITERA: Mahasiswa BINUS @Malang Siap Bantu UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Campus Exporter Program

Ekonomi

KAI Layani 78 Ribu Pengguna LRT Jabodebek pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Ekonomi

Pelanggan LRT Jabodebek Tumbuh 41,7%: Napas Baru Mobilitas Urban dan Ekonomi Jabodetabek

Ekonomi

Mengelola Stok Itu Ibarat Diet: Jangan Sampai Berlebihan!

Ekonomi

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dongkrak Harga Emas

Ekonomi

KAI Sumut Gelar E-Sports Tournament 2025, Hadir Lebih Dekat dengan Generasi Digital di Rangkaian HUT ke-80

Ekonomi

Maxy Academy Selenggarakan Kelas “Social Media Strategy with AI Power” untuk Tingkatkan Efektivitas Branding