RajaBackLink.com

Home / Opini

Rabu, 30 April 2025 - 20:45 WIB

Antara Barak dan Buku: Suara Sunyi dari Aceh Timur

Bagas - Penulis Berita

Oleh: Rasyidin, Tokoh Muda Nurussalam

Srwijayatoday.com | Beberapa hari terakhir, rencana pembangunan empat batalyon TNI di Aceh mulai ramai dibicarakan. Sebagian menyambutnya dengan harapan stabilitas. Tapi tak sedikit yang menyuarakan kegelisahan: “Aceh tidak butuh barak, Aceh butuh sekolah untuk anak-anak.”

Sebagai anak muda yang tumbuh di gampong, saya tidak menolak kehadiran negara. Saya percaya keamanan adalah hak semua warga, dan penjagaan teritorial adalah bagian dari tugas negara. Tapi saya juga percaya, keamanan tidak cukup hanya dengan menara pengawas dan seragam loreng. Keamanan sejati adalah ketika anak-anak bisa sekolah tanpa takut atap runtuh. Ketika pemuda bisa bercocok tanam atau bekerja tanpa harus meninggalkan kampungnya.

Saya menulis ini bukan untuk menentang negara. Tapi untuk mewakili suara yang sering kali tak sampai ke meja rapat: suara orang tua di kampung yang masih membajak sawah dengan harapan bisa menyekolahkan anaknya. Suara guru honorer yang sabar mengajar meski gajinya tak cukup beli beras. Dan suara pemuda yang lebih takut jadi pengangguran daripada diserbu musuh.

Kalau pembangunan batalyon memang harus dilakukan, silakan. Tapi jangan lupakan pembangunan manusia. Jangan biarkan sejarah kelam terulang hanya karena negara lupa melihat luka-luka kecil yang belum sembuh.

Sebagai tokoh muda di ujung timur Aceh, saya hanya ingin menyampaikan satu pesan sederhana:

Jangan hanya jaga tanah kami, tapi jagalah juga harapan kami.

Editor: Ayahdidien

Berita ini 78 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Tentang Pabrik Fraud di Trunojoyo

Opini

Grace Pojokkan Prabowo

Opini

VISA SECOND HOME MAGNET BAGI CHINA

Headline

PREROGATIF KETUM

Opini

KETIKA HATI RAKYAT DIKHIANATI, DUKUNGANNYA TERHADAP PEMIMPIN BERUBAH MENJADI PERLAWANAN

Opini

KEMANA TUH, IJAZAH ASLI JOKOWI ?

Headline

SETELAH INDOMARET DISEGEL

Ekonomi

Gawat..! Memalukan, Anggoro Dirut BPJS Naker, Tidak Berani Bicara Investasi Saham Ke Publik