RajaBackLink.com

Home / Daerah

Rabu, 27 Oktober 2021 - 07:54 WIB

Berkat Perjuangan Krisantus Kurniawan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Masyarakat Kalbar Nikmati 721 Titik Tower BTS

Redaksi - Penulis Berita

Sriwijayatoday.com|Sanggau,Kalbar – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Kalbar II, Krisantus Kurniawan menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia terutama di Kalbar, terutama dimasa pandemi Covid-19 ini kendala yang dialami juga masalah jaringan telekomunikasi, Selasa (26/10/2021).

“Dalam rangka menunjang dunia pendidikan, dan mendekatkan akses komunikasi masyarakat, tentu sekarang telekomunikasi merupakan urat nadi perekonomian dan kehidupan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Komisi I DPR RI telah menyetujui di tahun anggaran 2021 ada sekitar 4.200 titik BTS. Kemudian di tahun 2022 itu ada 4.019 titik.

Ia menambahkan,  jumlah itu tersebar di seluruh penjuru Republik Indonesia, tentu lebih memprioritaskan daerah-daerah yang memang blank spot, daerah yang belum ada sinyal internet, belum ada sinyal telekomunikasi.

Tower BTS ini, di Kalbar sekitar 721 titik tower BTS, dan di Kabupaten Sanggau ada sekitar 86 titik.

“Memang banyak masyarakat yang bertanya kepada saya mengenai titik BTS tersebut. Ada satu desa ada titik BTS, desa lain tidak ada. Mereka menyampaikan aspirasi kenapa di desa kami tidak ada, jadi pada kesempatan ini juga perlu saya sampaikan bahwa bukan towernya yang penting, yang penting jaringan atau sinyalnya,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan itu meyakini,  kalau semua sudah dipasang 721 titik itu tentu sedikit sekali daerah yang blank spot. Karena mereka saling menguatkan, antara titik satu dengan titik lain. Sambung menyambung. Kalau pun kebutuhan masyarakat terkait akses jaringan telekomunikasi  semakin meningkat, dirinya berusaha akan usulkan lagi ke pemerintah terkait.

Selain itu lanjut Krisantus, tujuan tower BTS adalah untuk menunjang program pemerintah tentang ASO (Analog Switch Off) yang artinya peralihan dari televisi analog ke televisi digital. Target pemerintah tahun 2022 semua televisi sudah dengan siaran digital. Lebih jernih, lebih bersih, lebih canggih. Tidak ada lagi televisi analog.

“Televisi analog, bagi Masyarakat-masyarakat yang belum mampu, Pemerintah sudah menyiapkan yang namanya Set Top Box (STB) Itu sekitar 8 juta. Sudah dihitung, sudah disurvei, sekitar 8 juta penduduk kita yang belum memiliki televisi layar datar. Itu perlu ditambah alat yang namanya STB,” ujarnya

Nantinya tentu dibagikan kepada masyarakat yang belum memiliki televisi layar datar atau masih menggunakan televisi tabung.

“Itu dibantu STB, Sehingga mereka dapat menerima siaran televisi digital,” pungkasnya. (Musa)

Berita ini 55 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Aceh

Haji Sulaiman Tole Sponsori Turnamen Sepakbola Piala Pemuda di Idi Timur

Daerah

Harumkan Nama Kabupaten dan Provinsi, Atlet Pencak Silat Jujuhan Raih Satu Emas dan Dua Perunggu

Berita Sumatera

Meminimalisir Covid-19, Polsek Menukung Gencarkan Kegiatan KRYD dan Gandeng Pelaku Usaha

Berita Polisi

HEADLINE NEWS : Kapolres Muara Enim Sebut Pemuda Asal Lembak Warga Taat Hukum

Daerah

Terjawab, Kerinduan Warga Desa Ampar Bedang Kec Binjai Hulu Sintang Akan Pembangunan

Daerah

Wakil Ketua DPC PWRI Berbagi Reziki Berupa Bingkisan

Berita Sumatera

Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Setelah Pandemi, Kapolres Lahat Salurkan Bansos

Daerah

Pupuk Sinergitas, Dandim Lamongan Adakan Turnamen Voli