RajaBackLink.com

Home / Uncategorized

Senin, 16 Maret 2026 - 19:01 WIB

Bittime Catatkan Kenaikan Trading Volume BTC hingga 401%, Respon Pasar di Tengah Gejolak Geopolitik?

Bagas - Penulis Berita

Jakarta, 16 Maret 2026 – Pergerakan harga Bitcoin ($BTC) pada pertengahan Maret 2026 menunjukkan fase koreksi yang signifikan ke angka $74.000. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange yang mengusung Trustworthiness, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. 

Sebelumnya, menurut data dari Ad Hoc News terdapat dua agenda utama yang menjadi pusat perhatian dunia saat ini yaitu keputusan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat pada 18 Maret mendatang serta tenggat waktu keputusan ETF kripto oleh The U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) pada akhir bulan ini. 

Kedua peristiwa tersebut diperkirakan akan menjadi katalis utama yang menentukan apakah pasar akan kembali menguat atau justru mengalami tekanan lebih lanjut akibat ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, menurut data dari Cryptorank perkembangan teknologi blockchain terus menunjukkan kemajuan positif seperti yang terlihat pada  jaringan XRP Ledger yang mencatat lonjakan transaksi harian hingga mencapai 3 juta transaksi.

Selarasan dengan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan lonjakan aktivitas perdagangan yang luar biasa dalam seminggu terakhir. Di mana, volume perdagangan aset $USDT meningkat hingga 189%, dan volume perdagangan $BTC melonjak hingga 401% pada 13 Maret 2026, merespon kondisi konsolidasi pasar global.

Hal ini menunjukkan dampak ketegangan global dan pergeseran adopsi aset oleh lembaga institusional. Sekaligus mengartikan aset kripto yang dipandang tidak lagi sebatas aset spekulatif tetapi juga untuk kebutuhan aset dunia nyata yang dikonversi ke dalam bentuk digital. 

Lebih lanjut, dinamika ini mengingatkan para investor untuk meningkatkan literasi keuangan dan strategi investasi yang sesuai dengan risiko portofolio masing-masing. Sebab, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Sebab, dengan pemahaman yang baik, investor dapat mengelola risiko dengan lebih bijak dan berdasarkan profil risiko masing-masing.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Hadirkan Ratusan Pengembangan Inovasi Fitur, Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Uncategorized

Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya

Hukum & Kriminal

Sesosok mayat ditemukan didalam kamar mandi

Uncategorized

KAI Bandara Dorong Pemberdayaan SDM melalui Keterlibatan sebagai Dosen Tamu di Universitas Indonesia

Uncategorized

PPKM Mikro, Tiga Pilar Pasar Minggu Gelar Operasi Tertib Masker

Uncategorized

Kementerian PU Bangun 456 Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal

Uncategorized

Ketegangan Amerika-Iran Kembali Memanas, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Aset Investasi

Uncategorized

Safari Ramadhan MIND ID Dorong Kepedulian terhadap Masa Depan Generasi