RajaBackLink.com

Home / Headline

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:15 WIB

Dua Legislator Takalar Ditahan, Polres Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum

MUHAMMAD YUSUF HADING ( SULSEL ) - Penulis Berita

Sriwijayatoday.com // Takalar – Polres Takalar kembali menunjukkan ketegasan dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Dua anggota DPRD Takalar, Israwati dan Sri Reski Ulandari, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan atas dugaan penipuan serta penggelapan uang dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Penetapan status tersangka dilakukan pada 22 Oktober 2025, dan keduanya saat ini dititipkan di Polsek Mappakasunggu untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M melalui Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Hatta saat dikonfirmasi Via WA membenarkan langkah hukum tersebut. Ia menjelaskan, kedua legislator itu terseret dalam dua kasus berbeda namun dengan modus serupa — penipuan dan penggelapan.

“Israwati, anggota Fraksi Gerindra, diduga menggelapkan uang hasil jual beli sapi sekitar Rp260 juta. Sapi sudah diambil, tapi pembayaran tak pernah dilakukan,” ungkap AKP Hatta, Selasa (28/10/2025).

Sementara itu, kasus lain menjerat Sri Reski Ulandari dari fraksi berbeda. Ia bersama mantan suaminya, Herman, diduga menipu korban lewat modus investasi bisnis solar.

“Pelaku menjanjikan keuntungan mingguan. Namun setelah korban mentransfer Rp150 juta ke rekening Sri Reski, keuntungan yang dijanjikan tak pernah ada,” tambahnya.

Herman sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini belum memenuhi panggilan penyidik dan sedang dalam pencarian polisi.

AKP Hatta juga menegaskan bahwa kedua anggota dewan tersebut tidak kooperatif selama penyidikan, bahkan sering datang untuk pemeriksaan pada malam hari di luar jadwal resmi.

“Karena sikap tidak kooperatif itulah, penyidik akhirnya memutuskan melakukan penahanan,” tegasnya.

Penahanan dua wakil rakyat ini langsung menjadi perbincangan hangat masyarakat Takalar. Banyak warga mengapresiasi langkah tegas Polres Takalar sebagai bukti bahwa hukum berlaku untuk semua, tanpa terkecuali.

“Ini bukti nyata bahwa jabatan politik bukan tameng dari hukum,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Publik pun berharap kasus ini ditangani secara transparan dan tanpa intervensi politik, agar menjadi pelajaran berharga bagi pejabat publik lainnya.

Asw-19

Berita ini 24 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Tinjau Bandara Soetta H-1 Natal, Kapolri Minta Pengawasan Ketat Masa Karantina PPI

Headline

Pangdam XIV/Hsn Menghadiri Ramah Tamah Festival Seni Pertunjukan Sulsel Menari “South Sulawesi Indonesia Harmony”

Headline

IMTF konsep Acara Pendidikan yang Menghibur

Headline

Puskesmas Segeri Siap Gelar Lokakarya Mini Bulanan Perdana Tahun 2025

Berita Sumatera

BREAKING NEWS : Kasus Pasar Cinde Palembang Seret Nama Mantan Gubernur Sumatera Selatan

Ekonomi

Presiden Prabowo Bahas Sejumlah Program Strategis Bersama Wakil Ketua DPR RI

Headline

Kapolres Takalar Cek Kesiapan dan Jumlah Personil Saat Apel Fungsi 

Headline

Somasi Pimpinan Pertambangan Batu Bara Muara Enim. Begini Kata Arwin Tino