RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:48 WIB

Editage berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin menyediakan Alat Bantu Penulisan Riset Berbasis AI

Redaksi - Penulis Berita

Editage, merek utama dari Cactus Communications, bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk menyediakan alat riset berbasis AI canggih bagi komunitas akademiknya.

Editage,
merek utama dari Cactus Communications (CACTUS), bekerja sama dengan Universitas
Hasanuddin
(UNHAS)
untuk menyediakan alat riset berbasis AI canggih bagi
komunitas akademiknya. Seiring Indonesia mempercepat fokus pada keunggulan
riset dan visibilitas global, kolaborasi ini hadir pada waktu yang tepat.
Kemitraan ini dirancang untuk membekali peneliti UNHAS dengan teknologi
mutakhir yang meningkatkan kualitas, kecepatan, dan dampak penelitian mereka.

Melalui
kemitraan ini, peneliti di UNHAS akan mendapatkan akses ke Editage Plus, sebuah paket
lengkap alat berbasis AI yang mendukung setiap tahap proses penelitian. Toolkit
ini mengintegrasikan solusi untuk penulisan akademik, penemuan literatur,
ilustrasi ilmiah, dan pemilihan jurnal, sehingga memungkinkan peneliti bekerja
lebih efisien dan mempublikasikan dengan percaya diri. Paket ini mencakup:

·        
Paperpal
:
asisten penulisan akademik all-in-one yang dipercaya oleh lebih dari 2 juta
peneliti di seluruh dunia.

·        
R Discovery: platform pencarian literatur dan pembacaan riset dengan
peringkat teratas dan lebih dari 3 juta pengguna.

·        
Mind the Graph: alat ilustrasi ilmiah yang digunakan oleh lebih dari 100
institusi terkemuka.

·        
Global Journal Database
: alat pencarian jurnal dengan basis data
lebih dari 43.000 jurnal terverifikasi.

Ruchi
Chauhan, Vice President & Head of Marketing (ROW) di Cactus Communications,
mengatakan
, “AI dengan cepat mengubah cara
hasil penelitian didokumentasikan, dan institusi di Indonesia menunjukkan minat
yang kuat untuk mengintegrasikannya ke dalam alur kerja akademik mereka. Di
Editage, kami berkomitmen untuk memberdayakan peneliti dengan solusi yang
menyederhanakan perjalanan riset mereka dan memperkuat visibilitas global.
Bermitra dengan Universitas Hasanuddin adalah langkah strategis untuk memajukan
riset yang memenuhi standar global dan membentuk masa depan penciptaan
pengetahuan bagi peneliti Indonesia.”

Prof. Ir.
Andi Dirpan, S.TP., M.Si., PhD (Sekretaris Pusat Manajemen Publikasi),
Universitas Hasanuddin, menambahkan
, “Kolaborasi
ini menandai langkah penting bagi Universitas Hasanuddin ketika kami mengadopsi
solusi canggih berbasis AI dari Editage ke dalam ekosistem riset kami. Dengan
memberikan akses kepada dosen kami terhadap solusi lengkap untuk penulisan
riset, kami bertujuan mempercepat keberhasilan publikasi, memperkuat dampak
global, dan menumbuhkan budaya inovasi. Kami sangat puas dengan dukungan dari
tim Editage yang selaras dengan praktik terbaik internasional sekaligus
mendorong ambisi kami untuk kemajuan riset Indonesia ke depan.”

Dengan
mengadopsi Editage Plus,
Universitas Hasanuddin menegaskan kembali komitmennya untuk memberdayakan
peneliti dan memajukan keunggulan riset global. Kemitraan ini juga menjadi
preseden bagi universitas lain di seluruh Indonesia untuk menjajaki solusi
teknologi inovatif yang meningkatkan kualitas dan dampak penelitian.

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Cuti Melahirkan dan Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia

Ekonomi

KAI Properti Serahkan Hewan Kurban Dari Medan Hingga Jember

Ekonomi

Sambut Liburan Akhir Tahun, BRI Finance Hadirkan Program Dana Spesial

Ekonomi

BINUS UNIVERSITY Luncurkan “Beasiswa BINUS untuk Nusantara hingga 100%”: Membuka Peluang Karier untuk Generasi Muda Indonesia

Ekonomi

Kementerian PU Siapkan Anggaran Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 Sebesar Rp351,83 Miliar, Tiga Pilar Utama Jadi Fokus

Ekonomi

Keunggulan dan Aplikasi dari Fabrikasi CNC Custom untuk Industri

Ekonomi

Teknologi AI dan Blockchain Mengubah Lanskap Kewirausahaan Sosial di TBN Asia Conference 2024

Ekonomi

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komoditas Strategis Melalui Replanting 14.000 Hektare PTPN I Regional 2