RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 10:16 WIB

Emas Bergerak Positif di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Suku Bunga

Redaksi - Penulis Berita

Harga emas (XAU/USD) kembali menjadi pusat perhatian pasar di awal pekan setelah mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat lalu. Logam mulia ini menembus area psikologis $4.200 dan kini bergerak stabil mendekati level $4.230 per troy ounce pada sesi Asia Senin (1/12). Kenaikan ini terjadi dalam kondisi minim katalis ekonomi, namun ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi faktor dominan yang menjaga momentum bullish di pasar emas.

Menurut analisis dari Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, kondisi teknikal XAU/USD menunjukkan sinyal penguatan yang semakin solid. Harga emas kini bergerak di atas beberapa indikator Moving Average utama, dan pola candlestick bullish harian mulai membentuk struktur tren berlanjut. “Selama harga emas bertahan di atas area penting $4.200, peluang untuk melanjutkan kenaikan tetap besar. Potensi kenaikan berikutnya mengarah ke resistance kunci di $4.324,” ujar Andy.

Namun, Andy juga mengingatkan adanya peluang koreksi teknikal dalam jangka pendek. Jika pasar merespons data ekonomi AS dengan sentimen risk-off, emas berpotensi kembali terkoreksi menuju area support $4.208 sebelum melanjutkan arah berikutnya. Level tersebut kini menjadi acuan harga terdekat untuk mengukur apakah momentum bullish masih terjaga.

Dari sentimen fundamental, pelaku pasar masih fokus pada prospek kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Desember melonjak ke 87%, jauh lebih tinggi dibandingkan pekan lalu yang berada di 71%. Ekspektasi ini menekan dolar AS yang bergerak melemah di 99,49, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik tipis ke 4,023%. Meski kenaikan yield biasanya menekan emas, pasar tampaknya lebih fokus pada prospek pelonggaran kebijakan jangka panjang.

Selain faktor moneter, dinamika geopolitik turut memberikan warna pada sentimen pasar. Optimisme awal terkait upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Ukraina dapat menurunkan permintaan terhadap aset safe haven, meskipun diskusi masih berada pada tahap negosiasi intensif.

Di sisi lain, rilis data PMI Manufaktur ISM AS untuk bulan November yang dijadwalkan hari ini akan menjadi fokus utama pasar. Jika data menunjukkan ekonomi AS masih dalam tekanan, harga emas berpeluang melanjutkan reli. Sebaliknya, hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu penguatan dolar AS dan memicu pullback jangka pendek pada emas.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, tren emas saat ini masih cenderung bullish. Namun, pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan volatilitas menjelang rilis data AS dan perkembangan kebijakan The Fed.

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta Dukung Penguatan Konektivitas dan Integrasi Angkutan Barang Nasional

Ekonomi

Perkuat Pelayanan Internasional, Pelabuhan Sri Bintan Pura Lakukan Penyesuaian Tarif dan Modernisasi Infrastruktur

Ekonomi

Infrastruktur Home Office yang Efektif: Kunci Produktivitas dalam Era Hybrid Work

Ekonomi

Hypefast Bagikan Penghargaan “Local Heroes Brand 2024” untuk Rayakan Kontribusi Merek Lokal Indonesia

Ekonomi

Kamu Wajib Tau! Ini Deretan Modus Penipuan di Tahun 2025

Ekonomi

Tantangan dan Solusi dalam Menggunakan Employer of Record di Indonesia

Ekonomi

Obligasi Pemerintah AS (US Treasury) dan Dampaknya di Pasar Global

Ekonomi

BRI Branch Office Otista Region 6/Jakarta 1 bekerjasama dengan PT. PKSS Gelar Pembinaan Fisik, Tingkatkan Kedisiplinan dan Kebugaran Petugas Keamanan dan Pengemudi