RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Rabu, 19 November 2025 - 10:42 WIB

Emas Menguat Lagi Jelang Rilis Data NFP AS

Redaksi - Penulis Berita

Harga emas kembali menunjukkan pemulihan pada perdagangan Rabu (19/11) pagi, setelah tiga hari sebelumnya bergerak dalam tekanan. Instrumen XAU/USD kembali menarik minat beli dan merangkak ke area sekitar $4.070, didukung meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Para pelaku pasar kini menantikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang sempat tertunda perilisannya, termasuk risalah FOMC serta laporan ketenagakerjaan AS yang menjadi pusat perhatian minggu ini.

Berdasarkan analisis Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, emas sempat mencatatkan kenaikan ringan selama sesi Amerika Utara pada Selasa malam. Walaupun dolar AS masih kuat diburu, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi membuat investor kembali mencari aset aman seperti emas. Dari sisi teknikal, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang berkembang saat ini mengisyaratkan bahwa dominasi tren bullish pada XAU/USD masih cukup solid.

“Secara teknikal, emas masih berada dalam fase menguat dengan sinyal bullish yang semakin jelas,” ujar Andy. “Jika dorongan beli terus berlanjut, emas berpotensi menanjak ke level 4109 sebagai target kenaikan terdekat.” Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi pullback. Bila momentum menguat tidak bertahan, support di area 4045 menjadi zona yang kemungkinan akan diuji kembali.

Secara fundamental, pergerakan emas hari ini sangat dipengaruhi kondisi ekonomi Amerika Serikat. Tertundanya perilisan data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk September dan Oktober akibat penutupan pemerintahan AS membuat arah kebijakan suku bunga The Fed menjelang pertemuan Desember menjadi lebih sulit diprediksi. Ketidakpastian inilah yang mendorong investor mengalihkan sebagian dana mereka ke instrumen safe haven.

Data ketenagakerjaan yang diperkirakan rilis Kamis diproyeksikan menunjukkan penambahan 50.000 lapangan kerja dengan tingkat pengangguran tetap di 4,3%. Jika hasilnya lebih rendah dari ekspektasi, dolar AS berpotensi melemah, memberi ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatan.

Meski demikian, peluang kenaikan emas masih terbatas oleh nada hawkish dari beberapa pejabat The Fed yang menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember. Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, menegaskan bahwa penurunan suku bunga harus dilakukan secara bertahap. Pejabat lainnya seperti Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic dan Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid juga mengambil posisi hati-hati terhadap inflasi.

Saat ini, probabilitas penurunan suku bunga 25 basis poin pada Desember turun menjadi 46,6%, dari sebelumnya lebih dari 60% pada pekan lalu, menurut CME FedWatch Tool. Penguatan dolar AS turut membatasi laju emas, dengan Indeks Dolar (DXY) naik 0,10% ke area 99,63, sementara yield obligasi AS tenor 10 tahun stabil di 4,13%.

Secara keseluruhan, gabungan faktor teknikal dan fundamental menempatkan emas dalam posisi yang menarik untuk dipantau. Meskipun tren bullish memberikan peluang menuju resistance 4109, pasar tetap harus berhati-hati terhadap potensi volatilitas menjelang rilis data ekonomi utama AS.

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Nusantara Global Network Bermitra dengan HF Markets untuk Meluncurkan Program Rebate Eksklusif

Ekonomi

Cara Baru Dapat BTC Gratis, Staking Dogecoin di Layer-2 Bitcoin

Ekonomi

Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Kedatangan Penumpang Selama Awal 2025

Ekonomi

Bali menjadi Destinasi Impian Pernikahan 2025

Ekonomi

Besi Beton Ulir vs Polos: Cara Memilih dan Menghitung Tulangan dengan Akurat

Ekonomi

Tangani Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Kementerian PU Kerahkan Ratusan Personel dan Puluhan Alat Berat

Ekonomi

Edi Mulyono dari Pulau Pari Suarakan Keadilan Iklim di Eropa: “Kami Bukan Penyumbang Emisi, Tapi Kami yang Tenggelam”

Ekonomi

Thermax Dorong Transformasi Industri Indonesia Lewat Solusi Zero Liquid Discharge (ZLD)