RajaBackLink.com

Home / Headline

Kamis, 24 Februari 2022 - 11:21 WIB

HA HA YAQUT KENA BATUNYA

Bagas - Penulis Berita

by M Rizal Fadillah*

Bandung | Sriwijayatoday.com Beredar video pernyataan Menag Yaqut yang membandingkan suara adzan melalui speaker masjid dengan gonggongan anjing. Memang jika Menteri lemah pendalaman keagamaannya ya seperti ini. Tak mampu meruntut kalimat dengan baik dan tidak berbasis pada pemihakkan kepada umatnya sendiri. Yang difikirkan hanya umat lain, itupun dalam perspektif yang berlebihan dan salah.

Tentu menuai hujatan dari berbagai kalangan baik awam maupun cendekiawan, santri hingga ulama. Membandingkan adzan dengan gonggongan anjing sangat tidak adekuat, keterlaluan, dan tolol. Menteri Agama lagi yang ngomong. “Anjiiiir.. ” Kata preman mah. Yaqut kena batunya.

Bapak Yaqut akan mendekati kasus Ahok soal penistaan agama. Memang pak Menteri ini sudah waktunya untuk di ahok kan. Ucapannya sadis dan busuk. Adzan lima kali sehari dihubungkan dengan gonggongan anjing. Menag bukan saja bakal lengser tetapi juga terancam proses hukum. Dimulai dengan biasa lah, Yaqut akan klarifikasi dan minta maaf. Tapi mengingat telah berulang kekacauan fikiran dan ucapannya, maka kali ini sulit untuk dimaafkan. Umat akan bergerak.

Menteri Agama adalah wajah agama Jokowi, jika tidak ditindak dengan cepat maka akan segera berimplikasi kepada Jokowi sendiri. Segera Menteri ini dipecat dan diganti oleh yang lebih baik. Biarkan sanksi sosial dan hukum dihadapi oleh Yaqut sendiri.
Demi toleransi dan anti radikalisme nya Yaqut nyerocos sampai pada gonggongan anjing yang dibandingkan adzan. Terlalu.

Saatnya Yaqut stop atau istirahat. Sudah banyak ini pundi-pundi dari jabatan Menterinya. Beristirahat lebih baik daripada bekerja tanpa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. Mengundurkan diri adalah solusi. Tak perlu berprinsip maju terus pantang mundur untuk suatu realita ketidakmanpuan. Bila tidak mundur maka bola itu dilempar kepada Presiden.

Mumpung ada Covid 19 varian baru, maka isolasi mandiri adalah konsekuensinya. Pak Yaqut tinggal pilih nanti apa hendak isoman di rumah secara sukarela atau isoman di penjara agar gratis diberi makan. tapi itu terpaksa. Menu Pasal 156 a.

Selamat merenung, berzikir dan berfikir. Mulutmu adalah harimaumu. Harimau itu kini semakin mendekat untuk menerkam.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 23 Februari 2022

Berita ini 219 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Wujud Peduli, Kapolsek Bajeng Jenguk Anggotanya Yang Sakit 

Headline

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis di Angkatan Darat*

Headline

Walikota Secara Resmi Membuka Pelaksanaan Lokakarya 7 Dan Panen Karya Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 Kota Tanjungbalai.

Headline

DPW Rampas Provinsi Sulawesi Selatan Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2024-2029

Headline

Memasuki level dua, Satlinmas kecamatan Makassar tetap eksis dalam melakukan patroli RAIKA.

Headline

Iskandar Ibrahim Mantan Caleg Gerindra, Kini Nakhoda PKB Aceh Timur

Headline

Almadera Hotel Rayakan Yaumul Milad Husain Rumalean

Headline

Media Sangrajawali News Online Meriahkan HUT RI ke-79 dengan Semangat Persatuan