RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:16 WIB

Harga Emas Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Optimisme Dagang AS–Tiongkok Redam Daya Tarik Safe Haven

Redaksi - Penulis Berita

Harga emas (XAU/USD) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (29/10) pagi waktu Asia, setelah turun tajam selama sesi Amerika sebelumnya. Logam mulia anjlok 0,63% dan kini bergerak di sekitar $3.955 per ons. Penurunan ini menandai pelemahan tiga hari berturut-turut, dengan harga sempat menyentuh level terendah tiga minggu di bawah $3.900.

Tekanan utama terhadap emas kali ini berasal dari meningkatnya selera risiko investor setelah muncul sinyal positif dari perkembangan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Ketika ketegangan dagang mulai mereda, investor cenderung beralih ke aset berisiko seperti saham dan meninggalkan emas sebagai aset pelindung.

Dari sisi teknikal, menurut analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menyebutkan bahwa formasi candlestick harian dan pergerakan Moving Average (MA) menunjukkan tren bearish masih dominan. Ia memproyeksikan, apabila tekanan jual berlanjut, harga emas berpotensi meluncur ke area $3.910 sebagai level support berikutnya. Namun, bila tekanan tersebut mulai mereda dan terjadi koreksi teknikal, peluang rebound menuju $4.014 tetap terbuka. “Kisaran harga ini akan menjadi area penting bagi pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya,” ujar Andy.

Secara fundamental, perhatian pasar kini sepenuhnya tertuju pada keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan malam ini. Ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) telah mencapai hampir 100%, berdasarkan data dari CME FedWatch Tool. Jika realisasi sesuai perkiraan, maka suku bunga acuan AS akan turun ke kisaran 3,75%–4,00%, menjadi pemangkasan kedua secara berturut-turut dalam dua bulan terakhir.

Kebijakan pelonggaran moneter ini umumnya memberikan sentimen positif bagi emas karena menurunkan biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil. Namun, Andy menilai dampaknya kali ini bisa lebih terbatas karena pelaku pasar sudah lebih dulu mengantisipasi keputusan tersebut. “Pasar sudah mendiskon kemungkinan pemangkasan suku bunga, jadi kenaikan harga emas pasca pengumuman mungkin tidak akan signifikan,” kata Andy.

Selain faktor The Fed, pernyataan Presiden AS Donald Trump juga menjadi sorotan. Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa kesepakatan dagang dengan Tiongkok dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang. Para pejabat kedua negara dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal yang akan difinalisasi dalam pertemuan antara Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan pada hari Kamis mendatang. Optimisme ini semakin menekan kebutuhan investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) tercatat melemah tipis 0,11% ke level 98,68, sedangkan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun stabil di 3,981%. Imbal hasil riil AS yang biasanya bergerak berlawanan dengan harga emas juga stagnan di 1,701%, menandakan pasar masih dalam fase menunggu keputusan kebijakan The Fed.

Dari sisi pandangan jangka menengah, Bank of America (BoA) memperkirakan harga emas bisa turun hingga $3.800 per ons pada kuartal keempat 2025. Dalam laporannya, BoA menyebut pasar emas saat ini sedang memasuki fase koreksi alami setelah periode kenaikan tajam yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Secara keseluruhan, emas dalam jangka pendek masih berada di bawah tekanan, dengan potensi pelemahan ke $3.910 dan resistance di $4.014. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian bagi trader dan investor dalam mengambil posisi menjelang hasil rapat The Fed. “Selama emas belum mampu menembus kembali di atas $4.000 secara stabil, tren bearish masih menjadi dominan di pasar,” pungkas Andy.

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Kamar Mandi Nggak Cuma Fungsional tapi Juga Harus Estetik, Kenapa?

Ekonomi

Evlin MFV, CEO Indogo dan Inovator Solusi Digital untuk UMKM, Terpilih sebagai Top Recruiter pada 10 Most Outstanding Member JCI Badung Bali

Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta Kenalkan Dunia Perkeretaapian kepada Anak Usia Dini Lewat Program “KAI Goes to School – Edutrain”

Ekonomi

IFG Life Bayar Klaim Rp23,1 T, Perkuat Layanan di 20 Kota

Ekonomi

Udah Pakai Lip Balm Tapi Bibir Masih Kering? Cek Lagi Kandungannya!

Ekonomi

Long Weekend Momen HUT ke-80 RI, KAI Daop 4 Semarang Sediakan 123.508 Ribu Tempat Duduk

Ekonomi

Asuransi Kesehatan di Indonesia untuk Perusahaan Malaysia yang Melakukan Ekspansi Bisnis

Ekonomi

Pasar Kripto Bergelora Usai The Fed Pangkas Suku Bunga, Bitcoin dan Aset Lain Bergerak Naik