RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Kamis, 13 Februari 2025 - 14:13 WIB

Indigo Beberkan Peluang untuk Pengembang Gim Melalui Game Clinic

Redaksi - Penulis Berita

Para peserta memperlajari langkah-langkah penting dalam membawa gim dari mulai konsep hingga komersialisasi ke pasar melalui sesi informatif dan mentoring langsung dari para ahli industri.

Indigo, inkubator dan akselerator startup milik Telkom Indonesia, melalui program Indigo Game, menyelenggarakan acara Indigo Game Clinic bertajuk “From Concept to Market: Empowering Indonesia Game Creators”. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui virtual conference pada 7 Februari 2025 ini, dihadiri oleh puluhan peserta terpilih yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam Global Game Jam 2025 pada 24-26 Januari 2025 lalu.

Indigo Game Clinic ini dirancang khusus untuk memberikan pembekalan dan mentorship kepada para pengembang gim lokal, khususnya yang baru memulai perjalanan mereka di industri gim. Acara terbagi menjadi dua sesi utama, yaitu sesi townhall dan sesi 1-on-1 mentoring.

Sesi townhall dibawakan oleh tim Indigo Game. Dalam sesi ini, tim Indigo Game menjelaskan secara rinci tentang program inkubasi studio gim yang dijalankan, sekaligus memaparkan berbagai peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para studio gim baru untuk berkembang dan bersaing di pasar global. Program inkubasi ini menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari pendanaan, akses ke jaringan mentor dan investor, hingga dukungan pemasaran.

Sesi townhall pada acara Indigo Game Clinic yang diselenggarakan secara daring.

Selanjutnya, sesi 1-on-1 mentoring dipandu oleh dua mentor berpengalaman di industri gim Indonesia, yaitu Andre Agam dari Digital Happiness Studio dan M. Izzul Fikri dari Ginger Sun Studio. Pada sesi ini, para peserta mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mendiskusikan gim yang telah mereka buat selama Global Game Jam 2025 dan menerima masukan teknis yang konstruktif untuk penyempurnaan gim mereka. Masukkan berharga dari para mentor diharapkan dapat membantu para peserta dalam meningkatkan kualitas gim mereka, baik dari segi gameplay, desain, hingga strategi pemasaran.

“Kami sangat senang melihat antusiasme dan potensi yang luar biasa dari para pengembang gim muda Indonesia,” ujar Patricia Eugene Gaspersz, Senior Manager Indigo. “Melalui Game Clinic ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan ekosistem gim di Indonesia dan membantu para kreator gim lokal untuk mencapai kesuksesan di kancah internasional.”

Keseruan para peserta acara Indigo Game Clinic.

Tim Indigo Game juga berharap, melalui program ini, akan lahir lebih banyak lagi studio gim berkualitas dari Indonesia yang mampu menghasilkan gim berkualitas dunia. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan memberdayakan para pengembang gim lokal melalui berbagai program dan inisiatif,” tambah perwakilan dari tim Indigo Game.

Program Indigo Game merupakan sebuah inisiatif dari Telkom Indonesia untuk mendukung perkembangan industri gim di Indonesia. Sejak 2019, program ini menyediakan berbagai sumber daya dan dukungan bagi para pengembang gim, mulai dari tahap inkubasi hingga pemasaran. Indigo melalui program Indigo Game, percaya bahwa industri gim Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan menjadi salah satu penggerak ekonomi digital di masa depan.

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pencapaian di Usia 20-an yang Layak Kamu Banggakan

Ekonomi

Pengiriman Hewan Peliharaan KAI Logistik Tumbuh, Jadi Solusi Mudik dan Libur Nataru Bersama Hewan Kesayangan

Aceh Timur

Pemkab Aceh Timur Tegaskan Pemberhentian Bantuan Sosial untuk Warga Tidak Ikut Vaksinasi COVID-19

Ekonomi

Puluhan Penumpang Tertinggal Selama Nataru, KAI Divre IV Tanjungkarang Imbau Datang Lebih Awal

Ekonomi

Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kiri Bawah Payudara Dekat Tulang Rusuk

Ekonomi

Jalan Inovasi, Jalan Pelayanan: Menyapa Manusia dan Merawat Bumi

Ekonomi

Mirip dengan 2016, Kemana Arah Bitcoin Cycle Tahun Ini?

Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta Salurkan Bantuan TJSL Lebih dari Rp900 Juta hingga Mei 2025