RajaBackLink.com

Home / Headline

Minggu, 27 Februari 2022 - 09:58 WIB

KESERAKAHAN INDOMARET HINGGA HARUS HANCURKAN MASJID

Saiful Amri - Penulis Berita

by M Rizal Fadillah*

Bandung | Sriwijayatoday.com –  Mengagetkan bahwa sepanjang Jalan Cihampelas Bandung ternyata berdiri 7 (tujuh) toko Indomaret. Terakhir dibangun adalah Indomaret di atas lahan penghancuran Masjid “Nurul Ikhlas” yang merupakan bangunan cagar budaya. Wuih serakah sekali hingga harus membuat Indomaret ke tujuh dengan menghancurkan Masjid.

Ditambah dengan Alfamart maka program peminggiran warung tradisional menjadi nyata. Sedih sekali rasanya ekonomi kerakyatan dihabisi di era konglomerasi dan kapitalisme saat ini. Pemerintah tidak mampu untuk melindungi ekonomi rakyat. Nampaknya harus serius untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ekonomi berbasis Pasal 33 UUD 1945 dan sila kelima Pancasila. Penghianatan sudah sangat parah.

Jalan Cihampelas Bandung menjadi saksi penggerusan itu. Keserakahan yang mencolok antara lain ditunjukkan oleh Indomaret. Semestinya dibuat regulasi ketat tentang keberadaannya. Sudah ada 6 (enam) masih dibolehkan beroperasi ke 7 (tujuh). Dengan menghancurkan Masjid pula. Cagar budaya yang dinistakan.

Baca Juga :  Ikuti Ajang Pilkades Serentak Bambang Sahrial Sukses Raih Suara Terbanyak

Ironinya pembangunan gedungnya pun tanpa izin. Sudah ditempel bahwa bangunan itu tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dulu IMB. Bagaimana akal sehat dapat menerima jika ternyata Indomaret yang berdiri di atas penghancuran Masjid cagar budaya masih dibiarkan beroperasi ?

Pemerintah Kota dan juga Pemerintah Propinsi harus peduli dengan keadaan ini. Bandung adalah Ibukota Propinsi Jawa Barat. Sungguh dengan terang-terangan membiarkan dan mentoleransi penghancuran brutal rumah ibadah cagar budaya oleh pengusaha komersial.

Perlu ada jawaban jelas apa hubungan antara PT KAI yang ngotot merebut tanah lahan Jl. Cihampelas 149 Bandung kemudian kini ada PT Indomarco yang mendirikan Indomaret di atas lahan yang masih dapat disengketakan itu ? Kesewenang-wenangan harus dicegah oleh berbagai elemen masyarakat khususnya penegak hukum.

Baca Juga :  Pangdam Hasanuddin : Kejujuran Kunci Kebahagiaan di Rumah Tangga*

Indomaret dan sejenisnya mungkin diperlukan, akan tetapi keberadaannya harus dibatasi dan diatur. Janganlah atas nama investasi lalu pendirian menjadi jor-joran. Apalagi dapat membuat Pemerintah tidak berdaya untuk mengendalikan. UU Cipta Kerja yang memihak pada pengusaha tidak boleh menjadi alasan untuk pembangunan dan pengoperasian seenaknya.

Ketika Indomaret tidak mau menutup sendiri atas pelanggarannya, maka yang berwenang harus berani menutupnya. Kebingungan menginterpretasi tidak boleh menjadi sebab untuk sama sekali tidak bertindak. Dahulukan kepentingan rakyat. Apalagi sudah jelas-jelas menghancurkan bangunan cagar budaya itu adalah melanggar hukum.

Melanggar hukum dan kejahatan dengan ancaman hukum maksimal 15 tahun. Lima belas tahun !

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 27 Februari 2022.

Berita ini 82 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Sumatera

Press Release Polres Muara Enim: Ungkap Kasus Tindak Pidana Pelecehan Seksual Anak Di Bawah Umur

Headline

Kapolda Sulsel Datangi RS.Dadi, Jenguk Oknum Polri Yang Coret Dinding Mapolres Luwu*

Headline

Haul Sunan Giri ke-518 Pondok Mburi Wong Bhodo Dirikan Warung Makan dan Kopi Gratis

Headline

CV BINTANG JAYA ARTHA MEMBERIKAN SANTUNAN KEPADA WARGA MASYARAKAT YANG MENDAPAT MUSIBAH

Headline

Gelar Pengecekan Randis, Kapolres Takalar Pastikan Kendaraan Dinas Tidak Bermasalah Saat Digunakan Dalam Bertugas

Headline

Patroli Dini Hari, Giat Rutin Polsek Mojoroto Dalam Upaya Ciptakan Kamtibmas yang Kondusif

Aceh Timur

FAKSI Desak Baitul Mal Umumkan Daftar Penerima Bantuan Rumah dan Rehab ke Publik

Daerah

Proyek Jitut di Kp Gombang Papan Nama Informasi Tidak Tertulis Nomor Kontrak dan Para Pekerja Tidak Pakai (K3)