RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Selasa, 22 Juli 2025 - 15:24 WIB

LRT Jabodebek Catat 2 Juta Lebih Pengguna pada Musim Libur Sekolah, Rata-rata Pengguna Off-Peak Tumbuh 14%

Redaksi - Penulis Berita

Libur sekolah dorong penggunaan LRT Jabodebek di luar jam sibuk, tembus 986 ribu pengguna.

Jakarta, 22 Juli 2025 – Selama periode libur sekolah 2025 (20 Juni–13 Juli 2025), LRT Jabodebek mencatat kenaikan rata-rata jumlah pengguna pada jam-jam off-peak sebesar 14% dibandingkan periode satu bulan sebelumnya (20 Mei–13 Juni 2025). Rata-rata pengguna pada jam off-peak selama masa libur sekolah tercatat 41.112 pengguna per hari, naik dari sebelumnya 35.932 pengguna per hari. Peningkatan ini mencerminkan pergeseran pola mobilitas masyarakat, di mana LRT Jabodebek kini semakin dipilih untuk aktivitas di luar jam sibuk, termasuk untuk rekreasi dan kegiatan sosial bersama keluarga.

Secara keseluruhan, total pengguna LRT Jabodebek selama masa libur sekolah mencapai 2.002.504 pengguna, dengan rata-rata harian sebesar 83.438 pengguna. Dari jumlah tersebut, 986.693 pengguna atau 49% di antaranya melakukan perjalanan pada jam-jam off-peak, yaitu sepanjang hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, serta hari kerja pada pukul 00.00–05.59, 09.00–15.59, dan 20.00 hingga akhir operasional.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa tren ini menunjukkan peran LRT Jabodebek yang semakin luas dalam kehidupan masyarakat.

“Libur sekolah merupakan momen penting bagi banyak keluarga untuk bepergian bersama. Dengan jadwal operasional yang konsisten dan konektivitas antarmoda yang baik, LRT Jabodebek hadir sebagai solusi mobilitas yang praktis dan efisien, termasuk di luar jam-jam sibuk,” ujar Purnomosidi.

Selama masa liburan sekolah, LRT Jabodebek memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang beraktivitas di berbagai lokasi selama masa liburan. Lokasi strategis stasiun-stasiun LRT Jabodebek yang terhubung dengan berbagai destinasi publik menjadi nilai tambah tersendiri. Misalnya, Stasiun Harjamukti yang berada dekat dengan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur (Buperta Cibubur), Stasiun Dukuh Atas BNI yang terletak di kawasan Car Free Day, serta Stasiun Halim yang terintegrasi langsung dengan Kereta Cepat Whoosh dan mempermudah akses ke berbagai kota di Jawa Barat.

Daya tarik LRT Jabodebek juga diperkuat dengan fasilitas yang ramah keluarga, seperti area tunggu berpendingin udara, keamanan dan petugas yang siaga, serta kemudahan membawa anak-anak dan barang bawaan selama perjalanan. Untuk mendukung mobilitas pengguna, LRT Jabodebek menetapkan tarif terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000 untuk jarak terjauh pada jam off-peak, yaitu sepanjang hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional, serta pada hari kerja mulai pukul awal operasional hingga 05.59, pukul 09.00–15.59, dan pukul 20.00 hingga akhir operasional.

“Layanan LRT Jabodebek selama libur sekolah ini menjadi refleksi dari peran kami dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk bertransportasi publik sejak dini. Kami akan terus berkomitmen menyediakan layanan yang andal, aman, dan nyaman untuk mendukung mobilitas seluruh segmen masyarakat,” tutup Purnomosidi.

Dengan infrastruktur yang semakin terintegrasi dan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, LRT Jabodebek optimis menjadi bagian penting dari gaya hidup mobilitas perkotaan di Jabodetabek, termasuk pada momen-momen spesial seperti masa libur sekolah.

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BINUS University Raih Tiga Penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025

Ekonomi

Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai Izin Dasar Berusaha di Indonesia

Ekonomi

Tanggap Darurat Banjir Maluku Utara, Kementerian PU Identifikasi Titik Kritis dan Siagakan Alat Berat

Ekonomi

Libur Nataru Aman dan Nyaman, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengamanan Perjalanan KA

Ekonomi

KAI Logistik Raih Penghargaan Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 untuk Kategori Online – Offline Community Engagement

Ekonomi

Saat Sistem Ekonomi Lama Tak Lagi Relevan, Circular Economy Jadi Jawaban atas Krisis Lingkungan

Ekonomi

Listrik Aliran Atas (LAA), Menjadi Nadi Utama Operasional KRL dan Sistem Persinyalan KAI Daop 1 Jakarta

Ekonomi

Harga Emas Tertekan Dipengaruhi Keputusan FOMC The Fed