RajaBackLink.com

Home / Headline / Nasional / Nusantara

Jumat, 2 April 2021 - 08:27 WIB

Marullah Matali Calon Ketua PWNU DKI, Ini Faktanya

Bagas - Penulis Berita

SRIWIJAYATODAY.COMJAKARTA | Marullah Matali sosok yang tidak asing lagi bagi warga DKI Jakarta. Pria yang lahir dan besar dilingkungan Betawi ini menjadi aset asli putra daerah.

Melatar belakangi sosok pria yang kini menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta, Marullah berusaha maksimal utk merangkul dan menyelaraskan semua elemen dan unsur yang ada. Bahkan melalui kultur budaya, dikatakan Marullah melalui pesan singkatnya kepada Ketum FWJ – Indonesia, Jakarta itu kental dengan adat budaya dan sangat agamais. Oleh karenanya ia memiliki prinsip untuk mengembangkan karirnya melalui PNS di Pemprov DKI Jakarta.

Jelang Pemilihan ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta, sosok Putra Betawi satu ini pun mulai diperbincangkan sebagai salah satu calon dari beberapa kandidat Ketua PWNU DKI. Berbagai elemen masyarakat, Seperti halnya Konferensi Wilayah (Konferwil), MWC se-Jakarta Utara (Jakut), Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia, Koalisi Peduli Jakarta (KPJ), Forum Wartawan Peduli Jakarta (FWPJ), Perkumpulan Orang Betawi (POB), dan Semangat Kebangkitan Tambora (SKT) turut mendoakan kepada Marullah Matali.

Menyikapi persepsi tersebut, Ketua Tanfidziyah MWC NU Penjaringan, KH Asep Misbah menyatakan, Marullah adalah putra NU Betawi. Begitu juga dengan dirinya yang juga sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Tanjung Priok Ustadz Daniel Abadi.

“Kami mendoakan H. Marullah Matali untuk menjadi ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta, disamping beliau adalah seorang birokrat beliau juga ulama,

Selain itu, KH. Ahmad Sahal Malik yang menjabat Ketua Tanfidziyah MWC NU Koja mengaku, Marullah akan bermanfaat di NU DKI JKT ketika nanti menjadi Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta. Hal senada diucapkan Ustadz Ammar (Sekretaris Tanfidziyah MWC NU Pademangan).

Baca Juga :  PERSIT KOORCAB REM 051 PD JAYA DAMPINGI NY. TARI BESAR HARTO KARYAWAN BAGIKAN SEMBAKO

“H. Marullah Matali orang yang pas untuk menjadi ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta, karena marullah di besarkan di lingkungan NU..berjuang utk NU dari dulu hingga kini dan sangat kental dengan NU, ia juga seorang birokrat yang sukses dalam karir di pemerintahan, sehingga kami yakin dirinya mampu menjadi tauladan yang baik guna memajukan PWNU dan memajukan Kota Jakarta, “ulas Ustadz Ammar.

Faktanya, bukan hanya dari kalangan NU yang mendukung Marullah untuk duduk sebagai ketua PWNU DKI, hal ini dikatakan aktivis jurnalis yang juga sebagai ketum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan ini melalui ketika dihubungi wartawan, Jum’at (1/4/2021) malam.

Opan yang juga putra Betawi memberikan dukungan moril atas pencalonan Marullah menjadi Ketua PWNU DKI, “Sesuatu hal yang baik tentunya kami dukung, dan tidak dipungkiri bahwa Marullah adalah putra daerah yang sama seperti saya, dan saya yakin kawan-kawan dari KPJ, POB, SKT, dan FWPJ pastinya juga mendukung Marullah sebagai Ketua PWNU DKI Jakarta. “Kata Opan di Jakarta.

Selain itu, Ketum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutahuruk melalui pesan singkatnya menyebut Marullah patut menjadi Ketua PWNU DKI, hal itu jelas terlihat dari sisi pribadinya yang memang berlabel Ustadz serta kecintaannya terhadap NU yg tidak di ragukan lagi..

Baca Juga :  Danyonif Raider 321 Kostrad Lepas Prajuritnya Pindah Satuan

“Orang Betawi seperti Marullah memang layak menjadi tauladan, dia kan sosok putra daerah , yang dimilikinya hanya berkepentingan memajukan DKI Jakarta Amos.

Lebih rinci Amos mengatakan bahwa ormas keagamaan NU adalah organisasi elite, bahkan beberapa kader parpol mulai gerilya ingin merebut kursi Ketua NU DKI. Sebut saja Wakil Ketua MPR Dr KH Jazilul Fawaid dari PKB dan Nusron Wahid (Golkar) serta Syarief dari DPRD DKI Fraksi Gerindra.

Perhelatan merebut kursi Ketua PWNU DKI Jakarta juga disampailan pengamat politik Miftahul Adib. Ia meminta kepada para elit parpol agar tidak merusak NU, “Cara money politik itukan dilakukan oleh elit parpol dan bukan para ulama. Ini akibat para politisi kebelet mau jadi ketua NU, “tegas Adib kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).

NU kata dia, dirusak oleh kepentingan politik dan disusupi kader-kader partai yang akan mengambil keuntungan. “Biasanya para kader parpol itu memakai dalih menjadikan NU lebih baik. Menjaga khittah NU tidak berkaitan dengan parpol, “terangnya.

Dia berharap NU DKI Jakarta dipimpin bukan dari orang parpol. “Karena NU DKI itu selalu teduh. Janganlah direcoki oleh orang parpol dengan merusak NU, “pungkas Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) ini.

syarip hidayat/red

Berita ini 46 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nusantara

Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Berkunjung Ke SESA Experience

Headline

Percepatan Vaksinasi, Polsek Galesong Selatan Buka Gerai Vaksin Presisi di Kantor Desa

Headline

Fakultas Hukum Unimal Gelar MICoLLS 2022

Nusantara

Lantamal XI Seleksi Putera-Puteri Terbaik Papua Untuk Menjadi Prajurit TNI AL

Headline

IMTF konsep Acara Pendidikan yang Menghibur

Nusantara

Semangat Motivasi di Berikan Danrem 051/Wkt Giat Kunker ke Kodim 0505/JT

Aceh

FAKSI : Pemkab Harus Jujur Soal Angka Kemiskinan di Aceh Timur, serta Cara Mengatasinya

Headline

Danbrigif Raider 13 Kostrad Hadiri Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana