RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Jumat, 28 November 2025 - 14:42 WIB

Minat Investor Global Meningkat, Emas Dalam Tren Bullish di Tengah Volatilitas Pasar

Redaksi - Penulis Berita

Harga emas (XAU/USD) memasuki perdagangan hari ini dengan kecenderungan menguat seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Ekspektasi ini mendorong pelemahan dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Sentimen ini terlihat konsisten dalam beberapa sesi terakhir, mencerminkan perubahan sikap pasar terhadap kondisi makroekonomi global dan potensi langkah kebijakan moneter yang lebih dovish.

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai bahwa pergerakan emas hari ini masih berada dalam jalur bullish. Menurutnya, ekspektasi pemangkasan suku bunga memberi dorongan signifikan terhadap logam mulia ini. “Banyak pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Hal ini melemahkan dolar AS dan menurunkan opportunity cost dalam memegang emas, sehingga memperkuat daya tariknya di mata investor,” ujarnya.

Selain faktor kebijakan moneter, tekanan inflasi global dan melemahnya kepercayaan terhadap stabilitas mata uang fiat turut memperkuat permintaan emas. Situasi ekonomi AS yang mulai menunjukkan tanda perlambatan melalui data ketenagakerjaan dan indeks manufaktur juga menjadi alasan investor meningkatkan eksposur pada aset lindung nilai.

Secara teknikal, Andy memproyeksikan bahwa jika tekanan bullish terus berlanjut, harga XAUUSD berpotensi naik hingga area $4381 pada pekan depan. Ia menyebutkan bahwa momentum penguatan masih terjaga, terutama jika dolar AS tidak menunjukkan rebound yang signifikan dalam waktu dekat. “Selama harga mampu bertahan di atas struktur support, peluang penguatan tetap terbuka,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pasar masih berada dalam kondisi sensitif terhadap data ekonomi AS dan sinyal dari pejabat The Fed. Jika dolar AS kembali bangkit, baik akibat data ekonomi yang lebih kuat, kenaikan yield obligasi, maupun pernyataan hawkish dari bank sentral, harga emas berpotensi mengalami tekanan. Dalam skenario alternatif, Andy menegaskan bahwa jika harga mengalami reversal dan menembus area kunci $3867, maka penurunan lanjutan menuju $3718 bukan hal yang mustahil.

Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, termasuk risiko geopolitik dan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, emas tetap dianggap salah satu aset defensif paling relevan. Investor kini menunggu rilis data ekonomi lanjutan serta komunikasi resmi dari The Fed untuk melihat arah pasar yang lebih jelas.

Untuk saat ini, outlook emas tetap positif dengan bias bullish. Namun volatilitas diperkirakan meningkat seiring mendekatnya periode pengambilan keputusan bank sentral. Pelaku pasar disarankan tetap mencermati area teknikal penting dan perubahan sentimen yang dapat memengaruhi arah harga secara signifikan.

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Semarak HUT Kemerdekaan RI, KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Masyarakat Tidak Beraktivitas di Jalur KA

Ekonomi

Dukung Stimulus Pemerintah, KAI Daop 2 Bandung Siapkan Layanan Diskon Angkutan Lebaran 2026

Ekonomi

Prediksi Harga Bitcoin di 2025: Apa Kata Para Ahli?

Ekonomi

Antisipasi Kegiatan di Kawasan Monas, KAI Daop 1 Lakukan Rekayasa Operasi KA pada 7 Desember 2025

Ekonomi

Mitra10 Bagi-Bagi Gratis Voucher hingga Rp 10 Juta, Bikin Renovasi Jadi Makin Murah

Ekonomi

BRI Manajemen Investasi Raih Tiga Penghargaan di Acara The Asset Benchmark Research Awards 2025

Ekonomi

Registrasi K3L untuk Alat Elektronik di Indonesia: Jangan Sampai Kena Denda!

Ekonomi

Hari Bumi di Marianna Resort: Aksi Nyata Pelestarian Alam Bersama Sarah Pandjaitan dan Pemerintah Setempat