Sriwijayatoday.com, PALI, – Pemerintah Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdedus) dalam rangka penetapan penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat rentan tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 22 Mei 2025, di Kantor Desa Harapan Jaya dengan suasana yang hangat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Tanah Abang, Asri Utami, Am.Keb., Kepala Desa Harapan Jaya yang diwakili oleh Sekretaris Desa Alek Sander, Ketua BPD, perwakilan Polsek Tanah Abang, pendamping desa, perangkat desa, lembaga desa, serta masyarakat setempat.
Musdessus dibuka secara resmi oleh Pemerintah Desa Harapan Jaya. Dalam sambutannya, Alek Sander menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Desa karena sedang mendampingi anaknya yang sakit ke rumah sakit di Palembang.
“Pemerintah Desa Harapan Jaya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan terus mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan ini. Program ini adalah wujud kepedulian terhadap masyarakat rentan agar mendapatkan perlindungan kerja dan jaminan sosial yang layak,” ungkap Alek Sander.
Ketua BPD Harapan Jaya, Ali Sabet, menambahkan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu berusia di bawah 60 tahun, termasuk pekerja mandiri dan pemberi kerja yang tergolong rentan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga transparansi dalam proses penetapan ini agar manfaat program dapat dirasakan secara adil oleh seluruh warga desa. Jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial, mari kita dahulukan mereka yang benar-benar layak,” tegasnya.
Perwakilan dari Kecamatan Tanah Abang, Asri Utami, turut menyampaikan permohonan maaf dari Plt Camat yang tidak bisa hadir karena menjalankan tugas di Kantor Pemkab PALI.
“Program BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah untuk melindungi masyarakat desa yang bekerja di sektor informal dan rawan risiko. Kami berharap pelaksanaan program ini tepat sasaran dan dilandasi dengan transparansi,” pungkas Asri Utami (Jirmie)









