RajaBackLink.com

Home / Nasional / Opini / Politik

Minggu, 5 Juni 2022 - 21:26 WIB

PAKTA INTEGRITAS CAPRES

Bagas - Penulis Berita

by M Rizal Fadillah*

SRIWIJAYATODAY.COM | Siapapun yang menjadi Presiden pengganti Jokowi harus berbeda dengan pendahulunya dalam hal integritas diri sebagai pemimpin. Terlalu banyak kelemahan Jokowi yang menggambarkan adanya masalah integritas diri tersebut. Dari mulai banyak janji yang diingkari, plintat plintut dalam bersikap, orientasi kerakyatan yang lemah, kapitalistik, tidak bersahabat pada kelompok agamis, hingga lemah pemberantasan KKN.

Untuk menghindari pola kepemimpinan yang sama maka dibutuhkan komitmen kuat dalam melakukan perubahan. Ada tiga hal penting yang dapat dijadikan komitmen Capres agar terjaga integritas dirinya sebagai pemimpin bangsa dan negara.

Pertama, membebaskan dari motif untuk memperkaya diri melalui kekuasaan politik, kuat untuk memimpin gerakan pembersihan birokrasi dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kedua, siap untuk melepaskan diri dari ketergantungan dan pengendalian kekuatan oligarki khususnya oligarki bisnis yang sangat merusak tata kelola pemerintahan.

Ketiga, mengembangkan ekonomi berbasis kerakyatan dan keumatan. Melumpuhkan ekonomi kapitalistik dan liberalistik. Pemihakkan pada ekonomi kecil dan koperasi bukan sekedar basa-basi.

Keempat, mengingat umat Islam adalah mayoritas, tanpa harus bersikap diskriminatif, umat Islam janganlah dipinggirkan apalagi dimusuhi. Jadikan umat sahabat dan buang stigma terorisme, radikalisme, atau intoleransi. Hapuskan Islamophobia.

Kelima, berkomitmen pada penghormatan HAM. Bongkar dan hukum siapapun yang telah melakukan pelanggaran HAM. Termasuk Presiden, Menteri atau aparat yang terlibat atau pernah terlibat dalam perbuatan pelanggaran HAM tersebut.

Pakta Integritas harus dibuat dan dipegang oleh para Capres. Di samping sebagai alat kontrol publik, juga berfungsi untuk melakukan kontrol diri atas berbagai godaan yang mungkin terjadi.

Capres yang menjadi antitesis dari Presiden saat ini adalah harapan rakyat. Bersipirit perubahan dan pembersih dari limbah kebijakan politik yang tidak pro rakyat. Hutang dan para koruptor pengotor negeri harus dieksekusi. Para penjilat diikat erat jangan diberi tempat dan dapat banyak berbuat.

Capres tanpa pakta integritas bukan saja tidak layak untuk dipilih tetapi juga jika kecurangan membuatnya terpilih, maka hasil Pilpres bukan final dari proses politik yang terjadi. Rakyat harus tetap melakukan pembenahan dengan menggelorakan perlawanan.

Tapi jika Capres berpakta integritas terpilih, maka rakyat harus membantu maksimal. Mengawal agar Presiden tetap berani dan kuat untuk dapat merealisasikan komitmen tersebut.

Sekali lagi catatan penting amanat yang harus dipenuhi : Berantas KKN, lepaskan kungkungan oligarki, bangun ekonomi kerakyatan dan keumatan, hapuskan Islamophobia, dan tegakkan HAM.
Presiden berintegritas akan mampu membuat sejarah untuk agama, bangsa dan negara.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 5 Juni 2022

 

Editor/Publies: YahDien

Berita ini 80 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Sosialisasi Pencegahan dan Kesiagaan BPBD Makassar

Headline

Elektabilitas Ganjar Pranowo Tinggi di Sejumlah Lembaga Survei, KGN Optimistis Ketum PDIP Akan Pilih Jadi Capres 2024

Hak Jawab Dan Koreksi

BREAKING NEWS: Kritisi Kinerja Dinkes Kabupaten Muara Enim, Garki Sumsel Wacanakan Aksi Demonstrasi!

Berita Polisi

NEWS UPDATE : Dua Personil Polres Way Kanan yang Gugur Dalam Bertugas Dimakamkan di OKU Timur

Berita Polisi

BREAKING NEWS : Dua Pelaku Spesialis Pencuri Motor Diringkus Tim Rajawali Polres Muara Enim

Headline

Peringatan Harla PKB Ke 26, Puluhan Ribu Masyarakat Kabupaten Muara Enim Padati Lapangan Plaza Gor Pancasila Kabupaten Muara Enim.

Headline

Breaking News : Tuntut Hak, Ratusan Karyawan PT Jiang Ping Listrik Datangi Base Camp PT Sepco III Lumut Balai

Opini

GIGIH MELAWAN REZIM DIRTY