JAKARTA, SRIWIJAYATODAY.COM | 18 Januari 2026 – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Jakarta (17-18 Januari 2026) resmi menjadi momentum “Gugatan Nasional”. Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Rakyat secara radikal bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat (PGR). Ini bukan sekadar ganti baju, tapi ganti perlawanan!
Anies Baswedan: Simbol Harga Diri Rakyat
Ketua Umum DPP PGR, Sahrin Hamid, menegaskan bahwa PGR adalah instrumen bagi rakyat untuk merebut kembali negara yang sedang disandera. “Kami memanggil Anies Baswedan bukan karena dia idola, tapi karena dia adalah mandat dari rakyat pemilik negara ini. Cukup sudah negara dikelola seperti milik pribadi!”
Tamparan Keras dari Akademisi:
“Aceh Jangan Mau Lagi Jadi Keset Politik!”
Suara paling lantang datang dari Prof. Dr. T.M. Jamil (Prof TM). Selaku Ketua Dewan Pakar PGR Aceh dan Direktur Pusat Kajian Politik dan Sosial Aceh, Prof TM membongkar kemuakan intelektualnya terhadap realitas politik hari ini.
“Keluar dari zona nyaman atau selamanya kita akan tergilas! Terutama rakyat Aceh, jangan mau lagi dimarginalisasi dan hanya dijadikan ‘keset’ oleh politisi berpikiran sempit yang datang cuma saat butuh suara. PGR adalah tamparan bagi mereka yang hanya memanfaatkan rakyat untuk kursi sesaat,” tegas Prof TM dengan nada tinggi melalui sambungan telepon.
Mantan Ketua Program Doktor Pendidikan IPS USK ini memberikan tantangan terbuka kepada mahasiswa: “Mahasiswa adalah pemilik masa depan, bukan penonton drama elit! PGR adalah laboratorium bagi agen perubahan yang punya nyali. Jika kalian masih punya nurani negarawan, berhenti jadi penonton, mari bertarung bersama kami!”
Indonesia Sedang ‘Sakit Sakral’
JM. Saiful, SE, MM, Korwil Aceh dan Sumatera sekaligus kandidat Doktor Ilmu Sosial USK, menambahkan narasi kritis yang tajam. Ia menyebut kondisi Indonesia saat ini sudah berada di titik nadir.
“Indonesia sedang tidak baik-baik saja; Indonesia sedang sakit sakral! Kita butuh pemimpin dengan kapasitas otak dan keberanian seperti Anies Baswedan. Saya haqqul yakin, hanya dengan ilmu dan ketegasan kita bisa berdiri tegak kembali,” ujar JM. Saiful.
Dukungan serupa diledakkan oleh Drs. Mustafa Ibrahim, MM (Ketua DPW GR Aceh), yang menegaskan bahwa Aceh harus menjadi kiblat perubahan nasional melalui gerbong PGR.
Seruan Terbuka: Gabung atau Tergilas Sejarah!
PGR mengajak seluruh elemen rakyat Indonesia—yang selama ini merasa dikhianati oleh janji-janji palsu—untuk bangun dari tidur panjangnya. Kami tidak menjanjikan logistik, kami menjanjikan restorasi martabat.
Editor: Ayahdidien









