RajaBackLink.com

Home / Nasional / Opini / Politik

Sabtu, 11 Juni 2022 - 07:16 WIB

RAKYAT SIMPATI DAN BERPIHAK PADA YANG TERANIAYA

Saiful Amri - Penulis Berita

by M Rizal Fadillah*

SRIWIJAYATODAY.COM | Semua tokoh politik yang layak maju menjadi calon Presiden seperti Gatot Nurmantyo, AA La Nyalla Mattalatti atau Rizal Ramli menghadapi penzaliman politik melalui aturan hukum Presidential Threshold 20 %.

Meski perjuangan belum berakhir namun hingga kini Mahkamah Konstitusi (MK) masih menampilkan diri sebagai bagian dari kezaliman itu. Bersikukuh mempertahankan aturan yang tidak demokratis dan melanggar HAM tersebut.

Tokoh lain yang berpeluang memiliki kendaraan usungan gabungan Partai Politik seperti Gubernur DKI Anies Baswedan juga masih menjadi sasaran dari penzaliman rezim beserta antek-anteknya.

Permainan melalui berbagai framing dilakukan untuk melakukan pembunuhan karakter (character assassination). Upaya jahat dilakukan baik dengan serangan buzzer, menggerakkan KPK, hingga aksi-aksi palsu untuk membangun citra negatif.

Omong kosong jika rezim Jokowi menyatakan Indonesia harus dan dapat maju. Katanya perlu SDM yang berkualitas untuk membangun negeri. Nyatanya tokoh-tokoh berkualitas yang potensial untuk mampu membangun negeri justru dibunuh dan dihancurkan reputasinya dengan segala cara.

Sebaliknya, para pengekor bahkan penjilat terus diangkat dan diorbit. Akibatnya muncul pemimpin karbitan yang tidak berkualitas. Secara faktual sebagian besar Menteri-Menteri Jokowi itu “under capacity”. SDM payah yang belepotan dalam menunaikan amanat.

Sikap dan perlakuan kepada Anies Baswedan telah menjadi tontotan rakyat akan model atau pola penzaliman. Rendahnya penghargaan atas prestasi Gubernur, demo ‘by design’ menuntut mundur, serangan atas kebijakan soal reklamasi, pembawa sial IKN kata dukun, serta operasi cari-cari kesalahan KPK.

Aksi unjuk rasa FPI palsu di Patung Kuda mendeskreditkan Anies Baswedan, demikian juga dengan deklarasi Majelis Sang Presiden yang sepertinya merupakan dukungan fitnah karena secara demonstratif dalam deklarasi di Hotel Bidakara Pancoran itu ada yang mengatasnamakan eks narapidana teroris, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) maupun Front Pembela Islam (FPI).

Rezim bungkam atas kecurigaan publik atas aksi dan deklarasi serta dugaan operasi masif, sistematis, dan terstruktur yang bertujuan menjegal, merusak dan menghancurkan Anies Baswedan. Tuntutan publik untuk pengusutan tidak ada tindak lanjut. Ada pembiaran atas skenario kotor untuk menjegal tokoh potensial.

Meskipun demikian rakyat selalu berpihak pada orang orang yang dizalimi dan pemihakan itu akan ditunjukkan pada waktunya. Rakyat mendukung Soekarno karena kezaliman Belanda yang memenjarakan, rakyat berada di belakang Soeharto atas penzaliman PKI kepada TNI, dan rakyat pun memberi suara penuh kepada SBY karena SBY dizalimi Presiden Megawati.

Anies dipecat Jokowi tetapi mampu menjadi Gubernur. Kini ia terus digempur, namun jika rakyat berada di belakangnya, maka kelicikan apapun tidak akan membuatnya hancur. Sebaliknya rezim zalim akan babak belur dan cepat terkubur.

Rakyat dapat dipaksa untuk mengalah tetapi rakyat tidak akan bisa selamanya kalah.

Siapapun dia, jika ingin sukses menjadi Presiden dan ingin menjalankan tugasnya dengan baik, maka sebelum menjadi Presiden di Istana haruslah terlebih dahulu menjadi Presiden di hati rakyat.

Hati rakyat adalah sumber kekuatan untuk mendapatkan amanat sekaligus do’a agar mampu menunaikan amanat itu dengan selamat.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 11 Juni 2022

Publies: YahDien

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Dandim 0501/ Jakarta Pusat Lepas Anggota Pindah Satuan dan Sampaikan Bingkisan Jelang Hari Raya

Headline

Kunjungan Kerja Pangdivif 2 Kostrad Berlanjut Kunjungi Yonzipur 10 Kostrad

Opini

HUTANG DAN DEMOKRASI ECEK ECEK

Ekonomi

HRD Jubir F-PKB : RUU Jalan Harus Mampu Mendorong Percepatan Pembangunan Jalan

Headline

Koramil 05/ Keb. Baru Beserta Tiga Pilar Gelar Operasi Yustisi Dan Bagikan Masker Pada Pengguna Jalan

Hukum & Kriminal

USUT TUNTAS TRAGEDI KM 50

Nasional

TOLAK PINDAH IBUKOTA

Headline

Komjen Agus Andrianto Duduki Kursi Jabatan Wakapolri.