RajaBackLink.com

Home / Headline / Opini

Sabtu, 14 Mei 2022 - 16:29 WIB

RUHUT MAKIN KACRUT

Saiful Amri - Penulis Berita

by M Rizal Fadillah*

SRIWIJAYATODAY.COM | Ruhut Sitompul terus mencari sensasi melalui berbagai postingannya. Untuk menarik perhatian tersebut Ruhut sepertinya tidak selektif sehingga nuansa hoax atau editan dapat tersebar dari postingannya tersebut. Risikonya Ruhut menjadi nyerempet-nyerempet pada pelanggaran hukum. Entahlah apakah hal ini tidak menjadi perhitungan dirinya atau ada keyakinan akan “back up” orang kuat yang dapat melindunginya.

Setelah gonjang-ganjing Ruhut yang mendukung ocehan Habib Kribo soal negara akan hancur jika Anies Baswedan menjadi Presiden 2024, maka pada 9 Mei 2022 Ruhut memposting konvoi pengendara motor yang memakai kaos bertuliskan “Haram Dukung Anies Baswedan”. Ditambah tempelan tulisan “mantap..keren setuju”.

Ruhut mencuit “Ngeri kali kata anak Medan ini sich ngeri 2 sedaaaap, hey kalian tolong ya Pilpres masih 21/2 tahun lagi mohon sabar ya duduk diboncengan masing 2 pasti nanti indah pada waktunya. Merdeka”. Foto editan tersebut beredar viral.

Pada 11 Mei 2022 muncul lagi unggahan foto, yang ternyata juga editan, Anies Baswedan digambarkan memakai baju adat Papua berkoteka yang disertai cuitan Ruhut “ha ha ha kata orang betawi usaha ngeri x sip deh”. Atas unggahan ini Ruhut dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Ruhut memang kacrut dengan sentimen dan olok-olok berlebihan kepada Anies. Kedua postingan di atas bila terus diusut tentu memenuhi unsur perbuatan pidana. Jikapun ia meminta maaf maka Ruhut sebagai pengacara tentu mengetahui bahwa permintaan maaf itu tidak menghapuskan ancaman pidananya. Proses hukum tetap berlanjut.

Ketika dilaporkan melanggar UU ITE ke Kepolisian, Ruhut menyatakan tidak ambil pusing “saya senang, tambah beken. Aslinya sudah beken, nanti tambah beken lagi”, katanya. Ia lupa bahwa beken itu bisa karena kebaikan atau kejahatan. Beken sebagai penjahat jelas tercela dan terkutuk. Nero, Kaligula, Fir’aun, H.H Holmes, atau Jack The Ripper itu orang-orang beken.

Ruhut selalu berpindah-pindah partai yang berkuasa. Saat menjadi kader Golkar ia merasa paling Golkar, begitu juga saat bergabung dengan Partai Demokrat. Kini di PDIP pun ia habis-habisan membela berbagai kebijakan rezim. Model kutu loncat dan kutu jilat.

Jilatan Ruhut itu luar biasa. Menurutnya Jokowi merupakan pemimpin yang dikirim oleh Tuhan untuk rakyat Indonesia. Belum ada yang bisa melebihi kemampuan Jokowi dalam mengurus negara. Pandangan Ruhut ini disampaikan saat wacana tiga periode marak di media.

Ruhut makin kacrut. Kita semua akan melihat akankah nasib Ruhut akan seperti Hutahaean yang juga beken dan kini sedang menikmati udara penjara ? Atau tetap bebas ngoceh tabrak sana tabrak sini jilat sana jilat sini ?

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 14 Mei 2024

Berita ini 80 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

H-6 Persiapan Panitia Deklarasi WN88 Sub Unit 01 Jakarta Menggelar Rapat Bersama Para Pengurus

Headline

Pangdam XIV/Hsn Bersama Forkopimda Sulsel Hadiri Apel Gelar Pasukan “Ketupat-2024”*

Berita Polisi

BREAKING NEWS : Curi Suku Cadang Mobil Oknum Warga Arahan Lahat Diringkus Tim Jajaran Polsek Lawang Kidul

Headline

Hadiri Rapat Kerja dengan Komisi XIII DPR RI, Mensesneg Paparkan Rencana Program Kerja dan Anggaran Kemensetneg TA 2026

Headline

PTPN IV Unit Adolina Serahkan Bantuan TJSL Kepada Kelompok Nelayan Marlin 

Headline

Tutup TMMD ke-117, Pangdam XIV/Hsn : Sinergitas Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI Rakyat Semakin Kuat*

Headline

Polres Gowa Terima Bantuan 1 Unit Mobil Ambulance CSR dari BRI Peduli

Headline

Kapolres Takalar Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-78