RajaBackLink.com

Home / Headline / Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 12:21 WIB

Skandal Transparansi PTBA: Upaya “Tenggelamkan” Insiden Fatalitas PAMA di Balik Euforia Hilirisasi Nasional

Dadang Hariansyah - Penulis Berita

SUMATERA SELATAN, SRIWIJAYA TODAY – Integritas PT Bukit Asam, Tbk (PTBA) sebagai emiten Blue Chip kini berada di titik nadir terkait komitmen keterbukaan informasi publik.

Di tengah masifnya orkestrasi pemberitaan mengenai capaian strategis hilirisasi bauksit, manajemen emiten bersandi saham PTBA ini justru terkesan melakukan pembiaran terhadap ketertutupan informasi atas tragedi fatalitas yang merenggut nyawa Saudara Wili Noviyanto di wilayah otoritasnya sendiri.

​Publik menyoroti adanya kontradiksi yang tajam: perusahaan sangat agresif memamerkan angka pertumbuhan dan ekspansi, namun di sisi lain, akses informasi mengenai tanggung jawab manajerial atas insiden fatal di Site BTSJ (PT PAMA) seolah sengaja “dikunci” rapat.

Fenomena ini dinilai sebagai bentuk maladministrasi komunikasi yang berisiko mencederai kepercayaan investor global terhadap standar ESG (Environmental, Social, and Governance) perusahaan.

​Pencitraan Korporasi vs Akuntabilitas Nyawa

Dokumen teknis internal Safety Alert memang telah beredar, namun penggunaan identitas anonim “PT X” di dalamnya dianggap sebagai upaya de-identifikasi untuk menjauhkan nama besar emiten dari dampak negatif insiden tersebut.

Langkah ini dipandang oleh para pengamat sebagai upaya pragmatis korporasi dalam menjaga harga saham dengan cara menekan sirkulasi informasi negatif.

​”Sebuah kemajuan industri tidak memiliki nilai moral jika dibangun di atas ketidakterbukaan atas hilangnya nyawa manusia di rantai pasoknya.

PTBA tidak boleh hanya memanen citra positif dari hilirisasi, sementara duka di lapangan (PAMA) diselesaikan secara tertutup tanpa akuntabilitas publik yang memadai,” tegas perwakilan Redaksi Jurnalis Merah Putih wilayah Sumatera Selatan.

​Tantangan Wawancara Eksklusif

Kepala Perwakilan Jurnalis Merah Putih Sumatera Selatan, Yh Pratama S.S (Jawir), menegaskan bahwa upaya pengejaran hak jawab dan wawancara eksklusif kepada petinggi PTBA akan terus dilakukan. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa prinsip transparansi bursa efek tidak dikalahkan oleh kepentingan pencitraan sesaat.

Publik kini menanti, apakah PTBA akan merespons secara ksatria, atau terus berlindung di balik tumpukan rilis prestasi sementara transparansi insiden fatalitas tetap “tenggelam”.

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Lapor Komandan !!! Penambangan Pasir Menggunakan Alat Berat Excavator di Dusun Tumpuk Ponorogo Makin Marak

Headline

Gelar Bakti Sosial, Sat Binmas Polres Takalar Berbagi Paket Sembako 

Aceh

Wujudkan Pam Swakarsa Mandiri, Polres Aceh Timur Gelar Apel Satkamling

Headline

Antusias Jemaah Ibadah Minggu Raya, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Siloam Minggu Ke- II Bulan Desember 2021 Manggala Pinsel Kab Melawi.

Headline

Tindakan Arogansi Pegawai PLN Prabumulih Terhadap Pelanggan Masyarakat Kelas Bawah

Headline

POLRI. Tekan Kriminalitas. Ini Penjelasan Kapolsek Pemulutan.

Headline

Ingin Lakukan Penyerangan, Dua Remaja Bawa Busur Dibekuk Oleh Personel Polsek Somba Opu

Headline

Bagikan Sembako Kepada Tuna Karya. Begini Kata Kapolres Lahat