RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Rabu, 19 November 2025 - 20:42 WIB

Tingkatkan Kenyamanan dan Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 4 Semarang telah Perbaiki Geometri Rel di 86 Titik Perlintasan

Redaksi - Penulis Berita

Dalam rangka menjaga standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api, KAI Daop 4 Semarang terus melakukan program pemeliharaan jalur, salah satunya melalui kegiatan perbaikan geometri rel di sejumlah titik lintas.

Dalam rangka menjaga standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api, KAI Daop 4 Semarang terus melakukan program pemeliharaan jalur, salah satunya melalui kegiatan perbaikan geometri rel di sejumlah titik lintas.

Perbaikan geometri rel merupakan pekerjaan untuk menjaga kondisi rel tetap prima, stabilitas jalur, dan keselamatan perjalanan. Perbaikan ini melibatkan aktivitas seperti lifting (mengangkat), lining (meluruskan), dan tamping (memadatkan ballast). Kegiatan ini penting untuk memastikan perjalanan kereta tetap stabil, minim getaran, serta mendukung kelancaran operasi.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa pemeliharaan geometri rel dilakukan berkala secara manual maupun menggunakan mesin khusus seperti Multi Tie Temper (MTT) dan Profile Ballast Regulator (PBR).

“Pemeliharaan ini bertujuan menjaga kualitas lintas agar kereta dapat melintas dengan aman dan nyaman. Ini merupakan komitmen kami untuk dalam menghadirkan pelayanan transportasi yang andal bagi masyarakat,” ujarnya.

Franoto melanjutkan, perbaikan geometri rel dapat dilakukan di lintas terbuka maupun di perlintasan sebidang KA. Pada perlintasan sebidang, perbaikan tidak hanya menyangkut geometri rel, tetapi juga kondisi permukaan jalan yang dilintasi kendaraan.

Proses ini meliputi pembongkaran aspal perlintasan, penyesuaian kembali ballast dan bantalan, pengaturan ulang gauge dan level pada ruang kerja yang terbatas, serta pengembalian permukaan (aspal) perlintasan agar tetap mulus dan aman bagi pengguna jalan. Hal ini penting mengingat area perlintasan menerima tekanan kendaraan setiap hari sehingga memerlukan pemeliharaan lebih intensif.

“Pada tahun 2025 ini, KAI Daop 4 Semarang telah melakukan perbaikan geometri di 86 titik perlintasan sebidang dan masih akan terus berlanjut hingga tahun 2025 berakhir,” kata Franoto.

Pada setiap perbaikan geometri di perlintasan sebidang, KAI Daop 4 Semarang selalu berkoordinasi dengan Dishub maupun Kepolisian untuk mengatur lalu lintas dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.

KAI juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas di perlintasan sebidang untuk menghindari kecelakaan. Selalu tengok kiri kanan sebelum melintas untuk memastikan dalam kondisi aman.

Franoto berharap perbaikan geometri yang telah dilakukan pada tahun ini juga memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran perjalanan KA pada libut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pekerjaan perbaikan geometri berlangsung. Perawatan jalur adalah bagian penting dari operasional perkeretaapian. Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat sehingga proses pemeliharaan dapat berjalan lancar,” tutup Franoto.

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

VRITIMES Jalin Kerjasama Strategis dengan Lomboksultan.com untuk Memperluas Jangkauan Media

Ekonomi

MAXY Academy Gelar Mini Workshop “AIgen: Smart Agent Creation with Agentic AI” untuk Dorong Talenta Digital Adaptif di Era AI

Ekonomi

Menteri PU: Integritas Adalah Fondasi Utama Pembangunan Infrastruktur Nasional, Tidak Boleh Ada Korupsi di Semua Entitas Pemerintahan

Ekonomi

Perayaan 41 Tahun TBI Bangkitkan Bakat Muda Indonesia dalam Kompetisi Bahasa Inggris

Ekonomi

Talbinah El Medinah: Solusi Alami untuk Kesehatan Lambung dan Pencernaan

Aceh

Kritik Prof. TM. Jamil terhadap Pemadaman Listrik di Aceh: Politik yang Berdampak pada Rakyat

Ekonomi

KAI Daop 1 Jakarta Catat Penjualan 195.784 Tiket Diskon Transportasi Selama Masa Nataru 2025/2026

Ekonomi

Transaksi Kripto di Indonesia Tembus Rp556,53 triliun, Apa Pendorongnya?