RajaBackLink.com

Home / Headline

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:00 WIB

Dugaan Pembangunan Revitalisasi Smp Plus Nurul Islam Terlihat Jelas Tidak Sesuai Dan Asal Jadi

Handrianto Basuki - Penulis Berita

 

Lampung selatan Sriwijayatoday
Revitalisasi SMP Plus Nurul Islam Desa sumber jaya kecamatan Jatiagung ,dengan anggaran Rp 2 080.000.000 ( dua milyar delapan puluh juta Rupiah ) di duga abaikan spesifikasi dan asal jadi ,terlihat dari pekerjaan yang hanya selesai 76 hari kata Ali Irfan pelaksana swakelola pembangunan SMP Nurul Islam ,sementara kepala sekolahnya Dewi Astuti adalah sebagai kepala sekolah dan anaknya yang pertama sebagai bendahara

Pekerjaan paling mudah dan bisa terlihat kasat mata ,meski sudah jadi di antaranya plesteran yang kurang halus dan tiang bengkok bengkok atau tidak lurus terkesan kerjaan tukang baru belajar
Belum lagi pondasi dan besi di duga abaikan spesifikasi

Yang lebih terlihat pemasangan baut atap multirup baut tidak ada yang pakai karet hingga terlihat hitungan hari susah berkarat ,ini contoh jika pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan teknis kerja

Sementara mur dan baut untuk genteng multi roof wajib menggunakan karet atau was her karet. Karet ini berfungsi sebagai seal atau perapat untuk mencegah kebocoran air hujan melalui lubang sekrup.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa penggunaan karet sangat penting:
Mencegah Kebocoran: Fungsi utama was her karet adalah menciptakan penghalang kedap air antara kepala baut dan permukaan genteng metal. Tanpa karet, air akan merembes melalui celah di sekitar baut.
Melindungi dari Karat: Karet mencegah kontak langsung antara kepala baut (yang mungkin terbuat dari bahan yang berbeda) dengan lembaran genteng metal, yang dapat meminimalkan risiko korosi atau karat akibat air yang menggenang di sekitar area sekrup.

Dan pihak media serta beberapa warga mintak agar di audit dan di cek ulang pekerjaan tersebut

Karena Tujuan revitalisasi sekolah adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, layak, dan kondusif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memastikan setiap anak dapat belajar dengan baik, mendorong semangat belajar, serta menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi masyarakat dalam perbaikan infrastruktur fisik seperti ruang kelas, toilet, dan fasilitas pendukung, sekaligus mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran.

Jika kualitas pekerjaan tidak di jaga di khawatirkan tidak akan bertahan lama dan tidak sesuai tujuan Revitalisasi atau angaran sudah banyak kepotong sana sini sehingga tidak cukup dan di kerjakan asal jadi ( tim)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Bagikan Takjil Dan Santunan Anak Yatim Serta Gelar Doa Bersama Untuk Korban Kapal Selam Nanggala 402 Dalam Press Conferense Markas Besar Laskar Merah Putih

Headline

Kunjungi Warga Desa Taeng, Ini Yang Disampaikan Kapolsek Pallangga 

Headline

Satuan Samapta Polres Takalar Laksanakan Operasi Yustisi dan Berbagi Masker

Headline

Kapolres Gowa Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Romang Lompoa

Headline

Dugaan KKN di Balik Kesalahan Penganggaran di Kabupaten Bekasi, BPK Temukan Indikasi Penyalahgunaan Wewenang dan Lemahnya Pengawasan

Headline

Bhabinkamtibmas Polsek Galsel Monitoring Dan Pengamanan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 

Headline

Saiful Basri: Kepala Sekolah yang Kinerjanya dibawah Standar Siap-Siap Akan ada Evaluasi

Berita Polisi

BREAKING NEWS : Tiga Pengedar Narkoba di Muara Enim Terancam Pidana 20 Tahun Penjara