RajaBackLink.com

Home / Ekonomi

Rabu, 16 April 2025 - 15:04 WIB

Hampir Dijual Sewaktu Kecil, Kini Steward Leo Buka First Wave Coffee

Redaksi - Penulis Berita

“Terkadang, kita memang nggak harus tahu segalanya di awal. Saya belajar banyak justru saat sudah jalan. Yakin dulu, baru cari tahu sisanya. Dan jangan gampang sakit hati—harus kuat.”
Begitulah filosofi hidup Steward Leo, founder dari First Wave Coffee, yang membuktikan bahwa keyakinan dan konsistensi bisa membawa seseorang melaju dari titik nol dan menembus berbagai krisis. Simak kisahnya dari dokumenter Sekali Seumur Hidup.

Masa Kecil yang Penuh Tekanan

Lahir pada tahun 1996, Steward bukan datang dari keluarga berada. Ayahnya seorang pebisnis kecil dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Namun saat ia masih balita—belum genap 2 tahun—keluarganya sempat dililit utang begitu besar hingga ibunya nyaris menjualnya pada seorang konglomerat mapan yang tidak punya anak.

“Waktu itu ibu saya sempat terpikir jual saya. Tapi ada tukang kwetiau yang nyeletuk, ‘jangan dijual, siapa tahu nanti dia yang nemenin lo terus.’”

Dan ternyata, ucapan itu jadi kenyataan. Steward tumbuh jadi sosok yang setia menemani ibunya, bahkan membawanya pada perjalanan bisnis penuh makna.

Jiwa Dagang Sedari Belia

Sejak kecil, semangat berdagang Steward sudah muncul. Jualan permen, es cendol, hingga susu gym jadi pengalamannya semasa sekolah. Tapi saat itu, ia belum sadar bahwa berdagang adalah panggilan hidupnya.

“Saya nggak pernah ikut mentoring. Walaupun pebisnis juga, tapi ayah saya cuma tanya-tanya soal ide. Jadi trial error sendiri,” ungkapnya.

Setelah lulus kuliah, Steward ingin membuktikan bahwa ia bisa sukses tanpa kerja kantoran.

Ia bertanya pada ibunya, “Ada ide gak, Bu?” Ibunya menyebut seorang sepupu di Medan yang punya toko mainan. Steward pun langsung terbang ke sana dan belajar selama sebulan.

Ia mulai dari nol dengan berjualan mainan secara online. Sebagai modal awal, ia mengirim uang 72 juta untuk stok awal.

Tapi, tanpa ia prediksi sebelumnya, uang itu dibawa kabur oleh paman jauhnya tersebut. Hasil tabungan 80 juta yang ia miliki raib tak bersisa.

“Itu pelajaran mahal. Tapi, dari situ saya mulai serius bangun bisnis mainan: Evokids,” kisahnya.

Evokids berkembang selama 5 tahun hingga bisa autopilot. Tapi justru saat bisnis mulai stabil, ujian lain datang.

Bangkit dari Titik Terendah dengan First Wave Coffee

Perkembangan pesat Evokids membuat Steward memiliki modal untuk melanjutkan hubungan romansanya ke jenjang yang lebih serius. Dari sana, ia menguras hampir keseluruhan modal, bahkan menambahkan beberapa pinjaman untuk menikah. 

Akan tetapi, sayang sekali, hubungan itu kandas sebelum waktunya. Steward mengaku, itu adalah titik terendah dalam hidupnya. Selain bisnis yang limbung, ia harus kehilangan pasangan dan gagal menikah.

Namun di balik kegagalan, Steward menemukan harapan. Modal nikahnya itu ia alihkan untuk peluang yang baru.

“Saya ketemu teman saya Michael, teman saya yang waktu itu kerja jadi head barista. Saya tanya, ‘kamu bisa buat kopi kan?’ Dari situ lahir First Wave Coffee.”

Steward menggabungkan semua modal dari Evokids dan membangun kafe dengan pendekatan berbeda. Menyediakan coffee mocktail, beans pilihan, ambience nyaman, dan pengalaman pelanggan jadi prioritas First Wave Coffee.

Tapi, perjalanan F&B bukan tanpa tantangan. Selain membangunnya dengan modal terbatas, Steward juga sempat harus hutang kesana-kemari untuk melanjutkan pembangunan kafe pertamanya ini. Akibat dari kesulitan ini, Steward juga mengaku staff awal yang membersamainya sudah keluar seluruhnya. 

“Itu baru tantangan pertama,” kisahnya sambil tertawa kecil.

Tantangan selanjutnya semakin berat dan dinamis. Steward harus menghadapi berbagai jenis pelanggan dan adaptif dengan semua kebutuhan mereka.

Setiap hari bagi Steward adalah proses belajar dan eksperimen, selalu ada ilmu baru yang ia pelajari dan coba dalam kesehariannya berbisnis di First Wave Coffee.

Prinsip Hidup Seorang Pebisnis

“Baru mulai usaha itu pasti susah. Gak semua orang connect sama visi kita. Cerita ke orang yang salah, bisa-bisa bikin buyar. Tapi selama kamu yakin, terus jalan.”

Kini, Steward masih membangun. Lambang “1” di logo First Wave adalah harapan bahwa suatu hari lambang ini akan menjadi trade mark First Wave Coffee dalam perjalanannya di kemudian hari.

“Saya harap, waktu orang lihat lambang 1, langsung ingat sama First Wave Coffee. Dan lambang ini ada di seluruh Jakarta dan kota-kota lainnya, yuk datang ke First Wave Coffee,” kata lelaki berusia 28 ini menutup sesi wawancaranya.

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harga Emas Sentuh $2.600, The Fed Hambat Kenaikan Lebih Lanjut

Ekonomi

Program Computer Science Raih Akreditasi Unggul

Ekonomi

Mimpi Lama Hendy Tan Jadi Nyata : Dari Konsultan Teknik ke Mentor Ribuan Trader Indonesia

Ekonomi

WE FEST 2025: Lebih dari 10.500 Binusian 2029 Rayakan Momen Keakraban Bareng Rektor, Maydea, Hingga Tulus!

Ekonomi

Insiden Temperan di Lamongan, KAI Daop 8 Surabaya Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan di Perlintasan Sebidang

Ekonomi

Dorong Keterlibatan Brand, LindungiHutan Permudah Akses Kolaborasi Hijau

Ekonomi

Legalitas Tanda Tangan Digital di Indonesia: Masih Ragu? Ini Penjelasan Hukumnya!

Ekonomi

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membuka Akun Trading