Sriwijayatoday.com, PALI, – Forum pemuda dan mahasiswa Kecamatan Tanah Abang menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Field Adera, yang berlokasi di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, kabupaten penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan Selasa (7/4/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tiga tuntutan utama yang dinilai hingga kini belum terpenuhi secara maksimal. Tuntutan itu meliputi transparansi rekrutmen tenaga kerja lokal, pembukaan kembali rekrutmen tenaga keamanan secara terbuka dan adil, serta keterbukaan informasi terkait penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi desa-desa di sekitar wilayah operasi Adera Field.
Para demonstran menilai bahwa akses masyarakat lokal terhadap peluang kerja masih belum sepenuhnya terbuka. Mereka juga menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal di wilayah produksi, yang seharusnya mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, pengelolaan dana CSR turut menjadi sorotan tajam. Massa menilai distribusi manfaat belum berjalan transparan dan merata. Mereka mendesak adanya keterbukaan data serta mekanisme penyaluran yang jelas, agar program CSR benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang terdampak langsung.
Meski aksi berlangsung dengan tekanan tuntutan yang kuat, perwakilan massa, Hadi Prasmana, menegaskan bahwa unjuk rasa tersebut tidak bermuatan tendensius terhadap perusahaan.
“Cukup simpel dan normatif, tidak ada hal yang tendensius,” tegasnya.
Hadi menambahkan bahwa apa yang disuarakan merupakan hal mendasar yang semestinya menjadi standar dalam operasional perusahaan yang beraktivitas di tengah masyarakat.
Namun demikian, aksi ini tetap membawa pesan tegas: perlunya evaluasi serius dari pihak perusahaan. Jika tuntutan yang disebut “sederhana” ini tak kunjung terjawab, maka akan memunculkan pertanyaan lebih besar terkait komitmen transparansi dan keberpihakan terhadap masyarakat lokal.
Sebagai bentuk keseriusan, massa juga mengancam akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk melaporkannya kepada SKK Migas.
Setelah menyampaikan orasi dan tuntutan, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan pesan kuat yang kini menanti jawaban. (Red)









