RajaBackLink.com

Home / Headline / Nasional / Peristiwa

Selasa, 1 Juli 2025 - 16:41 WIB

BREAKING NEWS : Gagal Melakukan Pengawasan, Kinerja Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Bintang Ragukan Kepercayaan Publik

Dadang Hariansyah - Penulis Berita

Lampung, Sriwijayatoday.com – Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Bintang, Anita Kurnia, S.ST., dinilai gagal dalam melaksanakan tugas pengawasan internal Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan. Hal ini diungkap Rusmala (65), Warga Desa Jati Indah Dusun Bangun Rejo B.

Rusmala mengaku, baru-baru ini dia menjadi salah satu pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan buruk dari UPTD Puskesmas Tanjung Bintang.

Menurutnya, pengalaman ini dirasakannya setelah menjalani perawatan medis atas luka robek yang dialaminya pasca insiden di tabrak sepeda motor beberapa waktu lalu.

“Pelayanan dan pemberian obat yang tidak sesuai SOP,” kata dia kepada Sriwijayatoday.com.com. Selasa, (01/07/2025).

Obat yang diberikan petugas medis UPTD Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan kepada pasien, serta kondisi kaki pasien atas nama Rusmala (65) setelah berobat. (Dokumentasi : SriwijayaToday.com).


“Tidak diberikan obat antiseptik dan antibiotik oleh petugas medis. Padahal, saya berobat menggunakan jalur umum. Nah, setelah terjadi infeksi barulah diberikan. Itu berjarak satu bulan setelah berobat pertama,” sambungnya.

Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) di bidang kesehatan, tujuan SOP Kesehatan adalah untuk
menyeragamkan pelayanan, memastikan bahwa semua petugas kesehatan melakukan tindakan yang sama untuk setiap kasus, sehingga mengurangi variasi dalam pelayanan dan meningkatkan kualitas.

Meningkatkan efisiensi, untuk membantu petugas kesehatan bekerja lebih efisien dengan mengikuti langkah-langkah yang jelas dan terstruktur, mengurangi kesalahan dan waktu yang terbuang, menjamin keselamatan pasien, mencakup prosedur yang harus diikuti untuk mencegah kesalahan medis, infeksi nosokomial, dan kejadian yang tidak diinginkan lainnya, sehingga meningkatkan keselamatan pasien, serta memenuhi standar pelayanan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan memenuhi standar yang berlaku, baik standar nasional maupun standar internasional.


Berikut ini adalah daftar SOP kesehatan :

– SOP pelayanan pasien rawat jalan.
– SOP pelayanan pasien rawat inap.
– SOP penanganan kegawatdaruratan.
– SOP pencegahan dan pengendalian infeksi.
– SOP pengelolaan limbah medis.
– SOP rekam medis.
– SOP pemberian obat.

Pentingnya SOP dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan, meningkatkan kepuasan pasien, dan mengurangi risiko kesalahan medis. Penerapan SOP yang efektif dapat membantu fasilitas kesehatan mencapai akreditasi dan sertifikasi yang lebih baik. Dengan kata lain, SOP kesehatan adalah panduan penting yang harus diikuti oleh semua petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien dan menjaga kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Belakangan diketahui, pengawasan kinerja Puskesmas dilakukan secara internal oleh Puskesmas itu sendiri dan secara eksternal oleh pihak di luar Puskesmas. Dinas Kesehatan Kabupaten Kota memiliki peran penting dalam pengawasan eksternal dan verifikasi hasil penilaian kinerja Puskesmas.

Pengawasan internal, dilakukan oleh Puskesmas itu sendiri, termasuk kepala Puskesmas, tim audit internal, tim mutu, dan penanggung jawab klaster yang bertujuan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana dan target, serta untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan perbaikan.

Pengawasan eksternal, dilakukan oleh instansi di luar Puskesmas, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Kota yang berperan melakukan evaluasi kinerja Puskesmas secara berjenjang. Dinas Kesehatan juga bertugas memverifikasi hasil penilaian kinerja yang dilakukan oleh Puskesmas.

Selain itu, pengawasan eksternal juga dapat dilakukan oleh masyarakat untuk memastikan Puskesmas melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik dengan tujuan memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Melalui pengawasan, dapat diidentifikasi masalah dan kendala yang dihadapi Puskesmas dalam memberikan pelayanan. Hasil pengawasan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja Puskesmas.

Meski demikian, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seharusnya menjadi acuan kerja tersebut diduga telah diabaikan Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Bintang, Anita Kurnia, S.ST. Penyimpangan prosedur pengawasan internal ini, menjadi preseden buruk pelayanan kesehatan yang berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik (pasien) terhadap penanganan dan pelayanan medis yang diberikan UPTD Puskesmas Tanjung Bintang kepada masyarakat.

“Kalau dari pihak Puskesmas sudah mengakui kesalahan, bahkan sesama dokter saling menyalahkan,” imbuhnya.

“Luka robek abis di tabrak motor, berbobat ke Puskesmas di jahit 5 jahitan, itu jadi infeksi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini Sriwijayatoday.com tengah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan keterangan dari para pihak-pihak terkait…

Report : Kabiro Lampung SelatanĀ 

Editor: RedaksiSumber: https://sriwijayatoday.com

Berita ini 126 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Kapolri Minta Jajaran Fokus Cegah Lonjakan Covid-19 saat Nataru dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Ekonomi

Menjadi Ketua Digital Economy Working Group G20 yang Pertama, Kementerian Kominfo dukung Agenda Prioritas Indonesia dalam Masa Presidensi G20

Headline

Pangdam Hasanuddin Bertatap Muka dan Berikan Tausyiah di Masjid Haji Fajar Rahmah Makassar*

Aceh

Emak emak Panjat Tower Provider di Indra Makmu Aceh Timur, Berhasil di Evakuasi oleh Polisi bersama TNI dan Warga

Headline

MANUVER LICIN PAK JOKOWI

Nasional

BEST FRIEND OR WORST ENEMY

Headline

Polisi Sahabat Anak, Bhabinkamtibmas Desa Pakkatto Bantu Menyebrangkan Siswa-Siswi SD

Headline

LSM-LPK, KEMBALI MENGAJUKAN SURAT KEBERATAN ATAS SIKAP KEPADA SMK NEGERI 04 MAKASSAR TERKAIT INFORMASI PUBLIK