– Warga Pali Temukan Sesosok Mayat Pria di Area Galian GBS.
Sriwijayatoday.com, PALI – Misteri penemuan sesosok mayat pria di sebuah pondok disekitar area galian Divisi 1 PT Golden Blossom Sumatera (GBS), Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mulai menemukan titik terang.
Korban yang bernama Tri Sutrisno alias Gancu bin Malisin (32), warga Dusun III Desa Betung Barat, Kecamatan Abab yang sehari-hari bekerja sebagai petugas pengecek volume air di PT GBS tersebut meninggal dunia diduga akibat tersambar petir.
“Benar, korban bernama Tri Sutrisno. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan,” demikian dinyatakan Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H, M.H., disampaikan Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia, S.H., Senin sore, (16/02/2026).
Dalam peristiwa ini belum diketahui pasti penyebab kematian tersebut. Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan, meskipun dugaan sementara korban dinyatakan meninggal dunia akibat tersambar petir.
“Untuk sementara, dugaan mengarah ke sambaran petir,” ujar AKP Dedy.
Sebelumnya, warga Desa Prambatan digegerkan oleh penemuan mayat pria di pondok yang tidak berada jauh dari lokasi area galian perusahaan tersebut. Penemuan mayat pada Senin siang itu, tengah menjadi perbincangan hangat warga sekitar.
Rekaman video amatir yang telah beredar luas di flatform media sosial tersebut memperlihatkan sejumlah warga berdiri dengan jarak aman dari pondok tempat korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Menurut pengakuan warga yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut, korban sudah berada di pondok itu sejak sore hari sebelumnya.
“Dari kemarin sore sudah di situ,” kata dia dalam tayangan sebuah video amatir yang beredar.
Setelah itu, kata dia, suasana semakin mencekam saat ponsel milik korban sempat berdering karena panggilan masuk, namun tidak satu pun warga yang berani menerima panggilan tersebut karena khawatir terseret persoalan hukum.
“Menunggu aparat kepolisian datang ke lokasi, khawatir terseret persoalan hukum,” jelasnya.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa tim medis untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian korban. (Red)









