RajaBackLink.com

Home / Nusantara

Kamis, 17 Agustus 2023 - 19:47 WIB

Diduga Usaha Agen Gas Itu Ilegal

Bagas - Penulis Berita

Sriwijayatoday.com Jakarta Selatan, DKI Jakarta – Gas ilegal semakin marak kabarnya. Kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi di wilayah Jakarta Selatan sekarang ini ramai diberitakan sosial media baik online maupun media TV, membuat LSM dan beberapa rekan media membuat team investigasi untuk menelusuri lokasi yang terindentifikasi banyak penyalahgunaan gas elpiji 3 kg bersubsidi pada Senin (14/8/2023).

Dalam penelusuran di wilayah tepatnya Jl. Karang Tengah 1 Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan tim mendapatkan beberapa armada berjenis mobil Colback yang terparkir berisikan penuh dengan gas elpiji 3 kg dan 12 kg, gudang yg tidak terpampang pelang resmi sebagai agen pertamina diduga gudang ilegal pengoplosan gas.

Ketika dikonfirmasi kepada salah seorang pekerja tentang legalitas mereka mengatakan, “Ada bang di belakang gak dipasang karena seng gudangnya lapuk hingga plang itu jatuh,” ujarnya.

Namun ketika
dicroscek kebenarannya terdapat keganjilan dan diduga sengaja tidak di pasangĀ  karena alamat yang tertera di papan itu ternyata tidak sesuai dengan alamat sekarang, sedangkan di papan plang PT Kerabat Empat Tiga Distribusindo
wilayah Jakarta Selatan
Jl. pahlawan RT 001/07 Bintaro Pesanggrahan.

Ke mana saja para instansi migas? Juga para aparat terkait mengapa dibiarkan bebas berjualan dengan ratusan tabung gas di tempat tersebut?
Di Karang Tengah I, ada dua bos dugaan Abang beradik sebagai pemilik.

Tim media menerima informasi dari masyarakat bahwa selama ini agen tersebut sudah membuka usaha tersebut sudah lama, mobilnya ada yang ditutup dengan terpal, ada juga yang tidak ditutup terpal.

Salah satu dari karyawan tersebut yang enggan disebut namanya mengatakan jarang para oknum-oknum ke gudang gas tersebut karena diarahkan ke tempat tertentu.

Salah satu karyawan mengatakan mau yang resmi apa yang tidak resmi? Kalau resmi kalian tidak dapat duit kalau tidak resmi kalian kan dapat duit,” imbuh karyawan tersebut.

Itu artinya selama ini gas ilegal tersebut aman-aman saja selama ini tanpa terendus oleh oknum-oknum di sekitar tersebut.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan gas Bumi,
Pasal 55,menyebutkan: “Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah, dipidana paling lama 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 60 milyar.

Kami menghimbau kepada aparat juga bapak Mentri Migas, “Tolong ditindak tegas para pemain gas ilegal yang berada di Karang Tengah I Cilandak Jakarta Selatan.

Reporter: Rosmauli Panggabean/team red

Berita ini 257 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nusantara

Cegah Covid-19, Yonif Para Raider 328 Kostrad Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Daerah

16 Oktober 2019 Sampai Sekarang, Polres Musi Rawas Utara Berdiri Untuk Melayani, Mengayomi Dan Melindungi Masyarakat Muratara

Nusantara

Danrindam Jaya Resmi Buka Latihan Berganda Siswa Dikmata TNI AD Gel II TA. 2022.

Nusantara

Tiga Pilar Paseban Aktif Monitoring Prokes Vaksinasi di Wilayah Binaan

Aceh

Apresiasi Dari LSM LEKAAT Atas Kinerja Muspika Idi Rayeuk Dalam Memediasi Kisruh di Desa Tanoh Anou

Nusantara

Uji Terampil Jabatan, Menguji Kemampuan Prajurit Kodim 0502/JU

Nusantara

Menjaga Kondisi Tubuh tetap Sehat dan Prima, Prajuirt Yonarmed 12 Kostrad Gowes Keliling Ngawi

Headline

Selain Faktor Alam. Banjir Bandang Disebabkan Aktivitas Penambangan Liar (Ilegal Minning).