Lampung selatan Sriwijayatoday
Revitalisasi SMP Plus Nurul Islam Desa sumber jaya kecamatan Jatiagung ,dengan anggaran Rp 2 080.000.000 ( dua milyar delapan puluh juta Rupiah ) di duga abaikan spesifikasi dan asal jadi ,terlihat dari pekerjaan yang hanya selesai 76 hari kata Ali Irfan pelaksana swakelola pembangunan SMP Nurul Islam ,sementara kepala sekolahnya Dewi Astuti adalah sebagai kepala sekolah dan anaknya yang pertama sebagai bendahara
Pekerjaan paling mudah dan bisa terlihat kasat mata ,meski sudah jadi di antaranya plesteran yang kurang halus dan tiang bengkok bengkok atau tidak lurus terkesan kerjaan tukang baru belajar
Belum lagi pondasi dan besi di duga abaikan spesifikasi
Yang lebih terlihat pemasangan baut atap multirup baut tidak ada yang pakai karet hingga terlihat hitungan hari susah berkarat ,ini contoh jika pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan teknis kerja
Sementara mur dan baut untuk genteng multi roof wajib menggunakan karet atau was her karet. Karet ini berfungsi sebagai seal atau perapat untuk mencegah kebocoran air hujan melalui lubang sekrup.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa penggunaan karet sangat penting:
Mencegah Kebocoran: Fungsi utama was her karet adalah menciptakan penghalang kedap air antara kepala baut dan permukaan genteng metal. Tanpa karet, air akan merembes melalui celah di sekitar baut.
Melindungi dari Karat: Karet mencegah kontak langsung antara kepala baut (yang mungkin terbuat dari bahan yang berbeda) dengan lembaran genteng metal, yang dapat meminimalkan risiko korosi atau karat akibat air yang menggenang di sekitar area sekrup.
Dan pihak media serta beberapa warga mintak agar di audit dan di cek ulang pekerjaan tersebut
Karena Tujuan revitalisasi sekolah adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, layak, dan kondusif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memastikan setiap anak dapat belajar dengan baik, mendorong semangat belajar, serta menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi masyarakat dalam perbaikan infrastruktur fisik seperti ruang kelas, toilet, dan fasilitas pendukung, sekaligus mengintegrasikan digitalisasi pembelajaran.
Jika kualitas pekerjaan tidak di jaga di khawatirkan tidak akan bertahan lama dan tidak sesuai tujuan Revitalisasi atau angaran sudah banyak kepotong sana sini sehingga tidak cukup dan di kerjakan asal jadi ( tim)








