RajaBackLink.com

Home / Aceh / Aceh Timur / Daerah / Kriminal / Peristiwa

Selasa, 16 Januari 2024 - 00:40 WIB

Gawat! Jurnalis Kembali Jadi Korban Penganiayaan Saat Meliput

Saiful Amri - Penulis Berita

Aceh Timur | Sriwijayatoday.com Berita mengejutkan terulang lagi, seorang pewarta media faktanews datang untuk mengambil video dan gambar di salah satu rumah sekolah SMK Petir di Kecamatan Peureulak Timur Kabupaten Aceh Timur, berdasarkan ada nya informasi di rumah sekolah tersebut maraknya terjadi kehilangan kehilangan barang.

Selain itu di rumah sekolah tersebut sering kali di jadikan tempat penyalahgunaan Narkoba pada malam hari oleh Oknum Oknum yang tidak bertanggung jawab, hal itu terjadi sekira pukul 22 : 00 wib. Malam

Pasalnya, Wartawan tersebut sempat mengkonfirmasi dengan pihak penjaga sekolah meminta nomor telpon Kepsek SMK Peureulak Timur itu namun pihak penjaga sekolah mengatakan nomor telpon Kepala sekolah tidak aktif tiga-tiga nya, Kata penjaga sekolah tersebut.

Terpisah dari perihal tersebut lalu tiba tiba datang lah seorang warga desa seuneubok rawang Kecamatan Peureulak Timur yang bernama Syarboini dan beberapa warga lainnya tanpa pembicaraan.

langsung menuduh Wartawan Maling telah mengambil sanyo nya, tuduhan Syarboini dan anggota kelompok nya. terhadap salah seorang awak media sehingga wartawan tersebut di pukul dan di keroyokan oleh kelompok Syarboini. pewarta media faktanews melaporkan ke pihak hukum Polres Aceh Timur.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang memberikan jaminan perlindungan hukum terhadap jurnalis dalam menjalankan profesi dan tugasnya.

Berdasarkan Pasal 18 dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, setiap individu, organisasi, bahkan polisi, tidak boleh menghalangi kerja jurnalis untuk mendapat informasi. Namun, intimidasi, penganiayaan, bahkan yang berbentuk fisik kepada jurnalis masih terjadi di aceh.

Pada dasarnya, tindak pidana penganiayaan biasa yang berakibat luka berat dan mati diatur dalam Pasal 351 KUHP lama yang saat artikel ini diterbitkan masih berlaku dan Pasal 466 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan,[1] yaitu tahun 2026.

Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah). ya itu sekali pukul.(*)

Laporan : Saipul Jurnalis Aceh Timur

Berita ini 99 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Polisi

HEADLINE NEWS : Gandeng BUMN dan UMKM Lokal, Polri Tekan Laju Inflasi Kebutuhan Pangan

Daerah

Danrem 091/ASN Dampingi Gubernur Kaltim Lepas Atlet Kaltim Ke Papua

Aceh

Bupati Buka Kegiatan Ujicoba Aplikasi Siap Nikah dan Hamil

Aceh Timur Peristiwa

Bahas Informasi Publik, Kades Kecamatan Simpang Ulim Gelar FGD Perdana di Aceh Timur

Berita Sumatera

Semangat Euforia Para Personil Makoramil 404-06 Semendo, Meriahkan HUT TNI Ke 76

Aceh

Korban Bencana, Korban Kebijakan?

Daerah

Musrenbang Kecamatan Air Naningan: Menyusun Rencana Pembangunan Kabupaten Tanggamus 2026

Berita Sumatera

BREAKING NEWS : Penggusuran Rumah di Kota Muara Enim Warga Menilai PT KAI Ceroboh