RajaBackLink.com

Home / ADV / Advetorial

Senin, 10 Oktober 2022 - 07:58 WIB

Gowes Bareng Menuju Situs MegalithGunung Padang, Meriahkan Milangkala Ke- 109 Paguyuban Pasundan Dan Hari Pahlawan

Bagas - Penulis Berita

 

CIANJUR, –SriwijayaToday.Com.-

Paguyuban Pasundan Komda Wilayah II, akan menggelar kegiatan Gowes Bareng dengan Route Makodim 0608 Cianjur dan Finish di Situs Megalith Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022) mendatang.

Ketua Paguyuban Pasundan Komda Wilayah II, DR. Abah Ruskawan, mengatakan, kegiatan Gowes Bareng Situs Megalith Gunung Padang, sebagai rangkaian memperingati Milangkala ke-109 Paguyuban Pasundan, HUT ke-77 TNI, dan memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November.

“Panitia sudah mengundang sekitar 4.000 orang goeser dari seluruh tanah air untuk ikut memeriahkan acara tersebut. Sepanjang route perjalanan, para goeser selain bisa menyaksikan misteri Situs Megalith,sekaligus tadabur alam seiring dengan keindahan situs tersebut yang hingga kini masih misteri,”kata Abah Ruskawan kepada Sriwijayatoday.Com,” Minggu malam (9/10/2022).

Kegiatan lain yang akan digelar adalah santunan sejumlah anak yatim piatu dan kaum duafa serta penanaman pohon di sekitar situs Megalith Gunung Padang, yang berlokasi di Kampung Cipanggaulan Desa Karya Mukti, Kecamatan Campaka, sekitar 45 KM dari pusat Kota Cianjur. Para Goeser akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam.

Situs Megalith Gunung Padang, areal utamanya seluas sekitar kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Dijelaskan Abah Ruskawan, Paguyuban Pasundan Wilayah II, pada awal Januari 2022 lalu, pernah menyelenggarakan Dialog Bedah Buku “Situs Megalitikum Gunung Padang Episentrum Kejayaan leluhur Sunda” bertempat Situs Megalit Gunung Padang

 

“Bedah buku ini sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya. Hal itu dilakukan sesuai dengan Undang – Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Bahwa Pemajuan Seni dan Budaya adalah tangung jawab pemerintah dan semua komponen masyarakat, ” Kata Abah Ruskawan.

Menurut Abah Ruskawan, Situs Megalitikum Gunung Padang Episentrum adalah Kejayaan Leluhur Sunda. Dari hasil penelitian beberapa sumber belum bisa memastikan umur Situs tersebut. Ada yang menyatakan 11 ribuan tahun dan ada juga 20ribuan tahun.
“Tidak menutup kemungkinan bahwa Peradaban Situs Megalitikum Gunung Padang bisa menjadi Peradaban Pertama dan terakhir didunia ,”kata budayawan Sunda dari Cianjur ini.
Buku Situs Megalitikum Gunung Padang Episentrum di terbitkan PB Paguyuban Pasundan yang ditulis oleh; Hayatun Hamid, Cece Suryana, Abah Ruskawan, Ade Prianganu, Widya Utama dan Irma Purnama Sari.
Situs Megalith Gunung padang ini bukan saja milik warga cianjur tapi milik seluruh warga dunia, kita berkewajiban untuk melestarikan dan mengembangkan agar dunia tau bahwa di cianjur mempunyai situs yang usianya melebihi mesir.–(dimas/Red)

Berita ini 126 kali dibaca

Share :

Baca Juga

ADV

Sinergitas Ormas Forwatu Banten bersama Polda Banten Bagi – Bagi ratusan Paket Takjil di Bulan Ramadhan

ADV

Triwulan IV 2022, Pemrov Banten Efektifkan Penerimaan Pendapatan Daerah

ADV

Semarakan Semangat Pemuda Melalui Olahraga : Wali kota Serang Buka Turnamen Futsal Walikota Cup Ke IV

ADV

Pelantika. Ketua Dan Pengurus ARTIPENA DPW Prov, Banten

ADV

Kodim 0602/Serang Gelar Pengobatan Gratis Dalam Rangka HKN Ke 59 

ADV

Kodim 0602/Serang Gelar Tradisi Penyambutan Dandim Baru Letkol INF Mulyono Junaidi

ADV

Masih Dalam Kegiatan Roadshow BUS KPK, Walikota Serang Hadir Dalam Silaturahmi Kiyai Dan Ulama Provinsi Banten

ADV

Kelurahan Cipocok Jaya Siap Mendukung Dan Menyukseskan Regsosek Tahun 2022 Di Kota Serang