Sriwijayatoday.com, PALI — Hari Minggu biasanya menjadi waktu beristirahat bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), namun semangat pengabdian berbeda ditunjukkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tanah Abang, H. Darmawan, S.H. Di tengah akhir pekan, tepatnya Minggu (27/4/2025), ia tetap aktif bergerak, mengabdikan diri untuk tanah kelahirannya.
Bertepatan dengan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), H. Darmawan memanfaatkan momentum emas ini untuk memperkenalkan salah satu mahakarya sejarah yang tersembunyi: Candi Bumiayu. Terletak di Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, situs ini merupakan cagar budaya yang menyimpan kejayaan masa lalu.
Di bawah langit cerah Tanah Abang, H. Darmawan mendampingi para kafilah dan peserta MTQH dari berbagai kabupaten/kota, seperti Musi Rawas, Lahat, hingga Empat Lawang, dalam kunjungan ke situs bersejarah tersebut. Bersama Megis, yang membidangi pelestarian cagar budaya, kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda wisata, tetapi sebuah perjalanan menapak jejak peradaban.
Dalam perbincangan santai dengan Edi S, Saranainformasi.com, H. Darmawan berbagi cerita penuh semangat.
“Candi Bumiayu adalah salah satu kebanggaan Sumatera Selatan. Ia menjadi saksi bisu kejayaan masa lampau yang kini diwariskan kepada kita,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Menurut Darmawan, kunjungan para peserta MTQH ke Candi Bumiayu tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga membangkitkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan leluhur.
“Kami merasa sangat terhormat. Kehadiran kafilah dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa Tanah Abang tak hanya kuat dalam tradisi religius, tetapi juga kaya akan sejarah peradaban,” lanjutnya.
Ia juga mengulas sedikit asal-usul Candi Bumiayu, yang diperkirakan berasal dari era kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Arsitektur candi ini memperlihatkan perpaduan pengaruh Hindu dan Buddha, mencerminkan kuatnya peradaban dan perdagangan masa itu di Sumatera Selatan.
Dengan penuh harap, H. Darmawan menekankan pentingnya pelestarian situs bersejarah ini.
“Kami ingin Candi Bumiayu bukan sekadar menjadi cerita, tetapi bagian nyata dari perjalanan bangsa ke depan. Semoga lewat momen besar seperti MTQH ini, masyarakat semakin sadar dan bangga akan warisan budaya yang kita miliki,” pungkasnya.
(E/J)









