Sriwijayatoday.com, PALI — Cobaan berat menimpa Grescia Namira, siswi asal SMA Negeri 1 Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang tengah berjuang mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Di saat semangatnya membara untuk mengharumkan nama sekolah dan daerah, Grescia justru harus menghadapi kenyataan pahit yang datang silih berganti.
Saat menjalani tahapan seleksi, Grescia mengalami musibah kehilangan handphone di tempat kosnya. Tidak hanya miliknya, sebanyak delapan unit handphone milik peserta lainnya juga dilaporkan raib digondol pencuri.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke Polres PALI pada hari yang sama. Namun hingga kini, pelaku pencurian belum berhasil diamankan.
Bagi Grescia, handphone tersebut bukan sekadar alat komunikasi, melainkan penunjang utama dalam kegiatan belajar selama mengikuti pendidikan.
“Handphone itu sangat saya butuhkan untuk belajar dan berkomunikasi. Sekarang saya harus berusaha lagi membeli yang baru,” ujarnya dengan nada sedih, Minggu (03/05/2026).
Belum selesai menghadapi kehilangan itu, Grescia kembali harus menelan kenyataan pahit. Ia dinyatakan gugur dalam seleksi Paskibraka tahun ini.
Meski dihantam dua cobaan sekaligus, Grescia berusaha tetap tegar. Ia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, putri pasangan almarhum Awan dan Ibu Sumarida.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Grescia dikenal sebagai sosok yang gigih, rajin, dan penuh semangat dalam meraih cita-cita.
Kini, ia harus kembali bangkit dari titik nol. Selain menata hati atas kegagalan, ia juga berjuang untuk dapat membeli handphone baru demi menunjang kebutuhan sekolahnya.
Kisah Grescia menjadi potret nyata perjuangan seorang anak muda yang diuji dengan kesedihan bertubi-tubi. Namun di balik itu semua, tersimpan keteguhan hati dan harapan besar untuk masa depan yang lebih baik. (J/red)









