RajaBackLink.com

Home / sosial

Jumat, 19 Desember 2025 - 23:57 WIB

‎Rumah Penerima Bansos di PALI Dipasangi Stiker, Warga yang Mampu Mulai Keberatan.

Kabiro Pali - Penulis Berita

Sriwijayatoday.com, PALI — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) secara resmi memulai gerakan pemasangan stiker di rumah warga penerima bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial RI, Jumat (19/12/2025). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan sosial dan memastikan bantuan tepat sasaran.

‎Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Metty Etika, SE., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas berbagai pengaduan masyarakat terkait data penerima bantuan yang dinilai masih mengalami inclusion error (ketidaktepatan sasaran).

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) yang disebut “Tugari Bos” (Kunjungan Graduasi Bansos). Melalui stiker bertuliskan “Keluarga Miskin Penerima Manfaat Bantuan Sosial”, pemerintah mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi kelayakan penerima bantuan.

‎Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, petugas menemukan dinamika beragam. Metty mengungkapkan bahwa terdapat beberapa warga yang secara ekonomi terlihat sudah mampu atau masuk kategori pra-sejahtera, justru menunjukkan keberatan.

‎”Sesuai dengan tulisan di stiker ini, jika ada warga yang tidak berkenan untuk dipasang stiker, berarti dia masuk dalam poin pernyataan di bawahnya. Bahwa dengan menolak atau sengaja menghilangkan stiker tersebut, maka bantuan sosial yang bersangkutan akan langsung kami tidaklayakkan atau dihapus dari sistem,” tegas Metty.

‎Metty menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah integrasi data yang masih menyisakan celah ketidaktepatan. Masih ditemukan warga yang secara ekonomi sudah menengah (desil 5 atau 6) namun tetap terdata sebagai penerima bantuan yang seharusnya untuk warga miskin ekstrem (desil 1).

‎”Kami tidak bermaksud mengintimidasi, namun menumbuhkan kesadaran diri bahwa masih ada yang lebih sulit di atas mereka. Jika warga yang sudah tidak layak ini keluar, maka akan memberikan ruang kuota kepada lansia atau warga lain yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

‎Dinsos PALI menegaskan bahwa penghapusan data akan dilakukan secara otomatis bagi mereka yang menolak transparansi ini. Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 30-an KPM yang melakukan graduasi mandiri karena merasa sudah mapan, termasuk hasil penyisiran tim di wilayah Simpang Raja.

‎Untuk tahap awal, pemasangan stiker difokuskan di wilayah Kecamatan Talang Ubi dengan total 3.000 stiker yang telah dicetak. “Awal Januari 2026, kami akan masuk ke desa-desa di kecamatan lain secara bertahap karena keterbatasan SDM pengawalan,” tutupnya.

‎Langkah berani Dinsos PALI ini diharapkan mampu memvalidasi kembali data 7.000-an penerima bantuan di PALI agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan.

Berita ini 37 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Headline

Kejaksaan Negeri Muara Enim Pantau Realisasi Pelaksanaan Program Kegiatan Makan Bergizi Geratis

Aceh Timur

Do’a Bersama dan Santunan Untuk Anak Yatim Jadi Agenda Utama Milad RILIS.NET yang Pertama

Aceh

Korban Banjir Aceh Timur Terabaikan, Data Masih Belum Selesai

Aceh Timur

DPP AWAI Aceh Timur Santuni Puluhan Yatim– Piatu di Ultah yang Ke lll

Berita Polisi

HEADLINE NEWS : Gandeng BUMN dan UMKM Lokal, Polri Tekan Laju Inflasi Kebutuhan Pangan

Aceh

Kegiatan Rutin Pos Kamla Idi Rayeuk Bagi Bagi Masker

Aceh Timur

Kakek Hilang Ingatan Kini Identitasnya Ditemukan, Dinsos ATIM Fasilitasi Pemulangan

Aceh

REFLEKSI ARTI PERDAMAIAN ACEH DALAM PERFEKTIF ISLAM PASCA 16 TAHUN MoU HELSINKI