Aceh Timur – Sriwijayatoday.com | Ironi melanda Aceh Timur, di mana bencana banjir hidrometeorologi belum juga surut, namun hutan di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peureulak, digunduli untuk perluasan perkebunan kelapa sawit oleh PT Parama Agro Sejahtera. Aktivitas ini memicu kemarahan warga, karena diduga dilakukan tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Warga Dusun Sumedang, Desa Seumanah Jaya, terpaksa menghadapi banjir dadakan akibat pembukaan lahan yang menghilangkan hutan penahan air. “Ini bukan musibah alam, ini bencana yang diciptakan,” tegas seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat menuding perluasan kebun sawit dilakukan secara ugal-ugalan dan mengabaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Aceh, dan aparat penegak hukum untuk menghentikan aktivitas tersebut dan melakukan audit menyeluruh.
“Hutan ditebang, lahan dibuka diluar HGU, sementara rakyat kecil dibiarkan bergulat dengan banjir yang mengancam keselamatan jiwa,” ujar warga lainnya.
Mereka memperingatkan bahwa jika negara terus abai, maka bencana dan penderitaan rakyat akan menjadi warisan kelam yang terus berulang di Aceh Timur.(*)
Editor: Ayahdidien









