RajaBackLink.com

Home / Opini

Jumat, 3 Oktober 2025 - 11:13 WIB

Bank Syariah di Aceh: Antara Idealisme dan Realitas

Bagas - Penulis Berita

Prof. Dr. TM. Jamil (Akademisi dan ilmuwan sosial dari Universitas Syiah Kuala)

DALAM penerapan Syariat Islam di Aceh, kehadiran bank syariah diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung ekonomi masyarakat. Namun, pertanyaan kritis muncul: apakah bank syariah di Aceh benar-benar berfungsi sebagai lembaga keuangan yang berlandaskan prinsip syariah, ataukah hanya sekadar formalitas belaka?

Pentingnya Bank Syariah di Aceh

Menurut Prof. Dr. TM. Jamil, akademisi dan ilmuwan sosial dari Universitas Syiah Kuala, kehadiran bank syariah sangat penting karena Aceh memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam. Namun, beliau juga menekankan bahwa pentingnya itu tidak hanya dalam nama, tapi juga dalam praktik dan keberpihakan terhadap rakyat dan ummat.

Kritik terhadap Bank Syariah di Aceh

Prof. TM menilai bahwa ada anggapan bahwa bank syariah hanya berganti nama, tapi praktiknya masih “rasa konvensional”. Menurutnya, kritik ini valid dan perlu ditanggapi secara serius. Jika bank syariah hanya berubah nama tanpa perubahan paradigma, dan juga tanpa keberpihakan kepada ekonomi rakyat, maka esensi dari perbankan syariah itu hilang dan tak berarti.

Solusi untuk Perbankan Syariah di Aceh

Untuk membuat perbankan syariah di Aceh benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar simbol, Prof. TM memberikan beberapa solusi:

1. Pembenahan Regulasi dan Pengawasan: Perlu pembenahan dari sisi regulasi dan pengawasan, agar prinsip syariah dijalankan secara menyeluruh.

2. Sumber Daya Manusia yang Kompeten: Sumber Daya Manusia perbankan syariah harus benar-benar paham maqashid syariah, bukan sekadar aspek legal formal.

3. Edukasi Masyarakat: Edukasi masyarakat agar mereka bisa menjadi nasabah yang kritis dan paham hak-haknya.

4. Evaluasi Kebijakan: Perlu ada keberanian semua pihak untuk mengevaluasi kebijakan, jangan sampai karena alasan “syariah” kita menutup mata terhadap ketidakadilan baru yang muncul.

Dengan demikian, diharapkan bank syariah di Aceh dapat benar-benar menjadi sarana keadilan ekonomi bagi rakyat Aceh, bukan hanya sekadar nama. In Sha Allah, Barakallah.

Editor: Ayahdidien

Berita ini 18 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Jimly, Yusril dan Istana Kebakaran Pemakzulan

Opini

NAH, EMIL MULAI BANJIR KRITIK

Nasional

SALAM PANCASILA DAN AROMA YANG SEMAKIN KOMUNISTIS

Opini

BATALKAN PUTUSAN PN JAKPUS

Opini

PARTAI UMMAT MENANGĀ 

Opini

JOKOWI BANTING STIR ATAU MASUK JURANG

Opini

AGAMAWAN DAN TNI HARUS MENJADI OPOSISI TERDEPAN

Headline

Inilah Visi dan Misi: Ketika Saya Bermimpi Menjadi Gubernur Aceh, 2024 – 2029