RajaBackLink.com

Home / Daerah

Sabtu, 17 April 2021 - 13:15 WIB

Masyarakat Mengeluhkan Tindakan Petugas PLN Nanga Pinoh Main Tebang Pohon Karet

Redaksi - Penulis Berita

Sriwijayatoday.com, Melawi Kalbar – Salah seorang warga masyarakat Dusun Jaya Karya Desa Manggala Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi menyampaikan kekesalannya kepada awak media 12 April 2021, atas pengaduan nya terhadap perusakan dan penebangan tanam karet miliknya.

I Bagus Astito, S.Sos menyampaikan telah terjadi penebangan dan pengerusakan terhadap kebun karet milik yang terletak di pinggiran jalan masuk manggala
dengan kronologis menurut nya
Pada hari Jumat melihat kebun milik saya sudah banyak ditebang di antaranya pohon karet berjumlah 20 pokok yang sudah di sadap.

Kemudian saya menanyakan kepada tetangga siapa yang telah menebang banyak pohon karet milik saya tanpa pemberitahuan langsung ke saya kemudian tetangga menjawab bahwa itu adalah kegiatan pemangkasan jalur tali listrik oleh pihak PLN Nanga Pinoh.

Sementara berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenaga listrikan, BAB IX mengenai Penggunaan Tanah Pasal 30 ayat satu dan seterusnya mengatakan sebagai berikut;

(1) Penggunaan tanah oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk melaksanakan haknya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 dilakukan dengan memberikan ganti rugi hak atas tanah atau kompensasi kepada pemegang hak atas tanah, bangunan, dan tanaman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Ganti rugi hak atas tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk tanah yang dipergunakan secara langsung oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik dan bangunan serta tanaman di atas tanah.

(3) Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan untuk penggunaan tanah secara tidak langsung oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik yang mengakibatkan berkurangnya nilai ekonomis atas tanah, bangunan, dan tanaman yang dilintasi transmisi tenaga listrik.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai perhitungan kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

(5) Dalam hal tanah yang digunakan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik terdapat bagian – bagian tanah yang dikuasai oleh pemegang hak atas tanah atau pemakai tanah negara, sebelum memulai kegiatan, pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik wajib menyelesaikan masalah tanah tersebut.

I Bagus B Astito, S.Sos mengatakan kepada media berdasarkan peraturan tersebut untuk itu saya selaku korban yang dirugikan baik secara material meminta kepada pihak PT.PLN Nanga Pinoh untuk bertanggung jawab dan Menganti kerugian atas penebangan yang tidak ada konfirmasi atau pemberitahuan kepada saya baik secara langsung atau melalui pemerintah desa Manggala.

Memang pada tanggal 31 juli 2019 yang lalu ada surat himbauan bupati melawi tetapi undang-undangnya sudah jelas.
Bagus, juga minta jika tidak ada itikad baik dari pihak terlapor maka saya akan menempuh sesuai jalur hukum yang berlaku UcapNYA.

(Musa.Red).

Berita ini 497 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Ormas Gass Dan Ormas Projo Bersatu Menjadi Gerakan Muara Enim Mengugat (GMM) Mengeruduki Kantor Dewan Perwakilan Rakyar Daerah Muara Enim (DPRD)

Daerah

Wakil Bupati Resmikan Hasil Pelaksanaan KOTAKU di Kelurahan Pasar Banjit 11 November 2021

Aceh

Plt Ketua ‘Mualem Center’ Gelar Ngopi Bareng dengan Puluhan Awak Media di S0B Coffee 

Berita Sumatera

SESOSOK PIMPINAN YANG MEMPUNYAI DEDIKASI TINGGI, INSPIRATIF SERTA INOVATIF DAN RAMAH DENGAN STAFF / BAWAHAN

Aceh

Rungkad Lagi Dua Terduga Pelaku Tindak Pidana Judol Di Satreskrim Aceh Timur 

Aceh

Sejumlah 95.833 Jiwa Masyarakat Aceh Timur Telah Divaksin

Aceh

Sebagai Polisi RW, Kanit Provos Polsek Idi Rayeuk Polres Aceh Timur Aktif Lakukan Patroli Sambang Warga

Aceh

Pemkab Aceh Timur Tandatangani MOU dan MOA dengan Poltekkes Kemenkes Aceh